<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553</id><updated>2011-09-20T03:05:20.883-07:00</updated><title type='text'>life is struggle</title><subtitle type='html'>selamat datang diblog saya, semoga dengan membuka blog ini anda semua dapat beroleh sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi kehidupan anda...
it&amp;#39;s about education and computer..
just stay see&amp;amp;view,,
with my Humble Via,,</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-2798979106877290227</id><published>2009-04-14T01:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T02:09:40.245-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SeRSAacDY_I/AAAAAAAAADI/PvS4Hg_3sQA/s1600-h/evakurjpeg.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 98px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SeRSAacDY_I/AAAAAAAAADI/PvS4Hg_3sQA/s200/evakurjpeg.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324470826509231090" /&gt;&lt;/a&gt;Evaluasi kurikulum sebagai mata kuliah wajib di jurusan teknologi pendidikan merupakan sebuah mata kuliah yang mengharuskan kita memberikan pemahaman yang jelas akan evaluasi kurikulum. Evaluasi berasal dari kata evaluasi dan kurikulum, dimana evaluasi sendiri berarti sebuah kegiatan mengkaji, meneliti dan menilai suatu program atau dapat dikatakan sebagai suatu interpretasi hasil pengukuran suatu proses sistemik untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi suatu program berdasarkan norma dan criteria yang sudah ditetapkan. Dalam kegiatan evaluasi tidaklah semata – mata melihat antara kesesuaian pelaksanaan dengan rencana behkan efektifitas dan efisiensi (suatu keadaan dimana usaha yang dilakukan sedikit tapi hasilnya besar) dan tingkat kesuksesan/keberhasilan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kurikulum itu sendiri berarti sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh dalam kurun waktu yang telah ditetapkan, atau untuk lebih jelasnya kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out- comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai (Grayson, 1978).&lt;br /&gt;Berdasarkan kajian diatas dapat disimpulkan bahwa evaluasi kurikulum adalah evaluasi kurikulum adalah penelitian yang sistematik tentang manfaat, kesesuaian efektifitas dan efisiensi dari kurikulum yang diterapkan. Atau evaluasi kurikulum adalah proses penerapan prosedur ilmiah untuk mengumpulkan data yang valid dan reliable untuk membuat keputusan tentang kurikulum yang sedang berjalan atau telah dijalankan. Evaluasi kurikulum ini dapat mencakup keseluruhan kurikulum atau masing-masing komponen kurikulum seperti tujuan, isi, atau metode pembelajaran yang ada dalam kurikulum tersebut.Secara sederhana evaluasi kurikulum dapat disamakan dengan penelitian karena evaluasi kurikulum menggunakan penelitian yang sistematik, menerapkan prosedur ilmiah dan metode penelitian. Perbedaan antara evaluasi dan penelitian terletak pada tujuannya. Evaluasi bertujuan untuk menggumpulkan, menganalisis dan menyajikan data untuk bahan penentuan keputusan mengenai kurikulum apakah akan direvisi atau diganti. Sedangkan penelitian memiliki tujuan yang lebih luas dari evaluasi yaitu menggumpulkan, menganalisis dan menyajikan data untuk menguji teori atau membuat teori baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;LANDASAN EVALUASI KURIKULUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SEJARAH TERCETUSNYA LANDASAN EVALUASI KURIKULUM&lt;br /&gt;Pada masa awal pergearakan usaha memperbaiki kualitas pendidikan di Amerika Serikat, pada era akhir tahun 50-an dan awal 50-an pemerintah federal mengeluarkan dana yang sangat besar yang dialokasikan untuk biaya pendidikan dalam upaya pemerintah AS untuk bisa bersaing dengan Uni Soviet. Pada awal tahun 60-an pemerintah lantas mempertanyakan apakah dana yang dikeluarkan tersebut dapat meningkatkan kualitas, mengingat pemerintah AsS terkenal amat menjunjung tinggi prinsip efisiensi lantas meminta pertanggungjawaban hasil kerja pemerintah pennguna dana pemerintah federal tadi. Nixon presiden yang menggantikan Jhonson kala itu menekankan pada adanya pertanggungjawaban dengan mengeluarkan kebijakan mengenai akuntabilitas. Untuk mendukung kebijakan itu maka dikeluarkan undang – undang yang dikenal dengan nama elementary and secondary education act (ESEA). Berdasarkan undang – undang ini maka setiap sen dana pendidikan yang diterima dari pemerintah federal untuk biaya pendidikan harus dipertanggugjawabkan terhadap publik, oleh karena itu setiap proyek pendidikan yang didanai oleh pemerintah federal harus terbuka untuk dievaluasi. Kebijakan menyebabkan kegiatan evaluasi menjadi sesuatu yang dibutuhkan berkembang pesat.&lt;br /&gt;2. LANDASAN EVALUASI KURIKULUM&lt;br /&gt;Berdasarkan pendapat Rossi dan Freeman (1985), scriven (1991), dan McDavid dan Hawthorn (2006) maka dalam buku ini dikemukakan 5 jenis – jenis akuntabilitas, sebagai dasar landasan evaluasi kurikulum, yaitu : &lt;br /&gt;a. Akuntabilitas legal (legal accountability)&lt;br /&gt;Akuntabilitas legal mengandung arti bahwa kegiatan pengembangan kurikulum tersebut haruslah merupakan kegiatan yang sah secara hokum baik ketika proses konstruksi kurikulum, implementasi kurikulum dan evaluasi kurikulum. Setiap kegiatan yang terjadi tidak terjadi tidak boleh melanggar issu, seperti masalah agama, budaya, sosial, ekonomi, jenis kelamin (gender) ketuaan dan  sebagainya.&lt;br /&gt;Evaluasi kurikulum memiliki landasan legal yang lebih kuat sejak diberlakukannya Undang – Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Pasal 55 dan 56 Undang – Undang nomor 20 tahun 2003 menetapkan bahwa setiap unit pendidikan harus dievaluasi secara eksternal oleh lembaga internal. Pasal – pasal itu menunjukkan bahwa suatu usaha pendidikan dan dalam hal ini KTSP haruslah terbuka untuk dievaluasi oleh suatu lembaga yang mandiri. Lembaga mandiri ini mungkin dibentuk oleh pemerintah pusat, lembaga masyarakyat, atau organisasi yang tidak terlibat dalam proses pengembangan kurikulum.&lt;br /&gt;b. Akuntabilitas Akademik &lt;br /&gt;Akuntabilitas akademik berkaitan dengan filosofi, teori, prinsip dan prosedur yang digunakan dalam pengembangan kurikulum. Pertanyaan mendasar yang dikemukakan dalam akuntabilitas akademik adalah apakah filosofi, teori, prinsip dan prosedur yang digunakan dalam pengembangan kurikulum dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Artinya, apakah filosofi yang digunakan adalah filosofi yang dikenal oleh dunia akademik. Dengan demikian akan memberikan peluang terhadap substansi dari filosofi tersebut dapat dikaji dan dapat dibahas dalam banyak buku. Sebagai contoh : apabila filosofi itu baru, maka akuntabilitas akademik adalah akuntabilitas yang tidak saja terkait dengan kepentingan publik tetapi juga terhadap kelompok pengembang kurikulum.&lt;br /&gt;Akuntabilitas akademik harus ditegakkan oleh para pengembang akademik selama proses konstruksi ( pengembangan standar isi dan standar kompetensi) , proses implementasi (penerapan dan pelaksanaan di lapangan), dan proses evaluasi (penilaian kegiatan). Dalam setiap kegiatan ini, para pengembang harus dapat mempertangungjawabkan secara akademik terkait masalah filosofi dan teoritik yang digunakan, prinsip dan prosedur yang ditempuh. Pertanggungjawaban tersebut dilakukan berdasarkan persyaratan yang dikenal dan diakui oleh dunia akademik, pengembang kurikulum dan para evaluator. Pada umumnya persyaratan semacam ini tercantum dalam buku – buku akademik dan laporan perkembangan kurikulum. Para pengembang kurikulum dapat melakukan evaluasi secara internal oleh sejumlah pengembang kurikulum yang terlibat dalam proses pengembangan atau dapat pula meminta jasa sejumlah evaluator untuk melakukan evaluasi secara eksternal.   &lt;br /&gt;c. Akuntabilitas Finansial &lt;br /&gt;Akuntabilitas finansial dianggap sebagai cikal bakal lahirnya konsep akuntabilitas. Secara mendasar akuntabilitas finansial berkenaan dengan pertanggungjawaban keuangan yang diperoleh untuk pengembangan suatu kurikulum. Dalam pertanggungjawaban ini, maka setiap rupiah yang diterima harus dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan prosedur (pertanggungjawaban berkenaan dengan cara uang itu digunakan) yang berlaku, jumlah uang untuk suatu aktifitas dan efisiensi penggunaan uang. &lt;br /&gt;Pertanggungjawaban semacam ini harus dipahami oleh pengembang – pengembang kurikulum terutama mereka yang secara khusus bertanggungjawab mengenai masalah keuangan. Tetapi lain halnya dengan evaluasi kurikulum, akuntabilitas yang berkenaan dengan prosedur dan jumlah uang dalam kaitannya dengan kegiatan tidak menjadi kepedulian mereka melainkan fokus pada masalah efisiensi pemanfaatan dana.  &lt;br /&gt;d. Akuntabilitas Pemberian Jasa.&lt;br /&gt;Akuntabilitas pelayanan (pemberian jasa) meliputi pemberian jasa pendidikan kepada kepada kelompok masyarakyat yang seharusnya mendapatkan pelayanan tersebut. Akuntabilitas terhadap apa dan sejauh mana pelayanan yang sudah diberikan terhadap masyarakyat, dimensi akuntabilitas pemberian jasa mempertanyakan mengenai apakah kurikulum dalam proses implementasi terlaksana dengan sebaik - baiknya. Fungsi pelayanan pendidikan pemerintah dan masyarakyat terhadap generasi muda adalah suatu kewajiban moral dan konstitusional. Dilihat dari kewajiban moral maka pemerintah dan masyarakyat secara moral bertanggung jawab dalam memprsiapkan generasi muda untuk mengembangkan kehidupan pribadinyan dan mengemban tugas sebagai anggota masyarakyat.  Beberapa pertanyaan utama evaluasi kurikulum adalah : &lt;br /&gt;• Apakah guru telah memberikan pelayanan yang sebaik – baiknya?&lt;br /&gt;• Apakah fasilitas dan kondisi serta suasana kerja mendukung guru untuk memberikan pelayanan yang sebaik – baiknya?&lt;br /&gt;• Apakah lingkungan kerja mendukung pemberian jasa pelayanan maksimal dari guru tercipta?&lt;br /&gt;• Apakah insentif yang tersedia mampu mendukung pemberian jasa pelayanan maksimal dari guru? Dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Akuntabilitas Dampak &lt;br /&gt;Akuntabilitas dampak adalah pertanggungjawaban terhadap pengaruh – pengaruh yang timbul sebagai akibat dari kegiatan kurikulum. Dalam hal ini, dampak yang ditumbulkan merupakan fokus utama bagi para pengembang kurikulum. &lt;br /&gt;Akuntabilitas dampak memberikan kesempatan pada evaluator, pengembang kurikulum, pengambil kebijakan, dan masyarakyat sebagai stakeholders, untuk menempatkan kurikulum pada posisi yang lebih baik. Dengan demikian pada situasi manapun, hasil kurikulum yang menjadikan lulusan manusia baru dengan cara bersiakap, berpikir dan cara bertindak, cara melihat sesuatu, keterampilan baru dan sebagainya harus dapat ditterima masyarakyat dan merupakan kekuatan baru bagi masyarakyat untuk berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KRITERIA EVALUASI KURIKULUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. DASAR PENGELOMPOKAN KRITERIA EVALUASI KURIKULUM&lt;br /&gt;Landasan pengelompokan kriteria evaluasi kurikulum adalah : &lt;br /&gt;• Hubungan antara kurikulum dengan evaluasi. Hal ini dapat diartikan sebagai posisi sumber kriteria terhadap kurikulum. Dengan kata lain apakah kriteria itu berasal dari kurikulum ataukah berada diluar kurikkulum ataukah berada diantaranya.&lt;br /&gt;• Waktu pada saat kriteria untuk evaluasi tersebut dikembangkan. Hal ini berkaitan dengan situasi dan kondisi terhadap kegiatan pelaksanaan evaluasi kurikulum. Oleh karena itu penetapan waktu dengan penetapan kriteria haruslah disesuaikan.&lt;br /&gt;Berdasarkan landasan tersebut diatas, maka Fullan dan Pomfret mengklasifikasikan empat pengembangan kelompok kriteria evaluasi kurikuulum, yakni : &lt;br /&gt;a. Pendekatan kriteria Pre-ordinate &lt;br /&gt;Karakteristik pendekatan Pre-ordinate ada dua, yakni : &lt;br /&gt;• Kriteria ditetapkan pada waktu kegiatan evaluasi kurikulum belum dilaksanakan yang masih dalam bentuk rancangan.&lt;br /&gt;• Kriteria tidak dikembangkan dari karakteristik kurikulum yang dievaluasi melainkan dikembangkan dari sesuatu yang sudah dianggap baku (standar).&lt;br /&gt;Pada umumnya kriteria pre-ordinate juga sudah dikembangkan dalam bentuk instrumen evaluasi. Kebanyakan instrumen evaluasi tersebut berhubungan dengan dimensi kurikulum sebagai hasil belajar, yakni kegiatan pemusatan perhatian terhadap pencapaian hasil belajar. Alat evaluasi yang digunakan juga bersifat baku, seperti validitas dan reabilitas yang dilakukan menurut prosedur tradisi psikometrik (evaluator tetap menguji kedua atribut penting psikometrik tersebut berdasarkan data yang telah dikumpulkan. &lt;br /&gt;Keleluasaan dalam pengembangan kriteria menyebabkan pendekatan pre-ordinate memberikan kesempatan untuk mengevaluasi kurikulum diberbagai perspektif. Demikian juga dengan adanya kriteria yang jelas dalam mengevaluasi kurikulum merupakan kekuatan mpendekatan pre-ordinate. Dengan menggunakan kriteria yang berlaku umum, setiap kurikulum diharapkan memenuhi standar yang sama. Pertimbangan yang akan diberikan evaluasi terhadap kurikulum yang dievaluasi pun tidak terpengaruh oleh karakteristik kurikulum ataupun keadaan setempat. Perbandingan mengenai kekuatan dan kelemahan berbagai kurikulum yang dievaluasi dapat dilakukan apabila evaluasi kurikulum menggunakan pendekatan pre-ordinate.&lt;br /&gt;Keuntungan dan kekurangan : &lt;br /&gt;Keuntungan yang dimiliki pendekatan pre-ordinate adalah sekaligus merupakan kekurangannya juga, karakteristik kurikulum tidak sepenuhnya dievaluasi, hanya unsur –unsur yang bersifat umum saja. &lt;br /&gt;Maka kekurangannya terletak pada : siswa tidak mendapat penghargaan sebagai mana mestinya, evaluan tidak diperlakukan secara adil, usaha para pengembang kurikulum untuk memberikan ciri- ciri tertentu dalam kurikulum yang dikembangkannya tidak mendapat pengakuan. &lt;br /&gt;b. Pendekatan Kriteria Fidelity&lt;br /&gt;Pendekatan pengembangan kriteria fidelity menggunakan kriteria yang dikembangkan sebelum evaluator turun kelapangan untuk mengumpulkan data. Pendekatan fidelity tidak menggunakan kriteria yang bersifat umum tetapi dengan kurikulum yang dikembangkan dari kurikulum itu sendiri. Pendekatan pengembangan kriteria fidelity juga mengandung pengertian, apabila evaluator mengembangkan kriterianya berdasarkan persepsi para pengembang kurikulum.&lt;br /&gt;Mengapa kriteria fidelity diperlukan?&lt;br /&gt;• Untuk mendeterminasi apakah ketidaksuksesan outcomenya merupakan refleksi dari kegagalan implementasi penggunaan  model yang sudah diterapkan.&lt;br /&gt;• Untuk mengetahui seberapa besar komponen kurikulum yang telah terlaksana.&lt;br /&gt;• Untuk mendeterminasi bagaimana suatu program dijalankan dan bagaimana implementasinya.&lt;br /&gt;• Untuk menetukan perlakuan nyata yang mengantarkan pada perkembangan yang original&lt;br /&gt;• Untuk memberikan judgment apakah hasil belajar yang diperoleh peserta didik adalah hasil belajar dari kurikulum yang sedang dilaksanakan atau bukan.&lt;br /&gt;• Untuk melakukan evaluasi kurikulum yang sama tetapi dilaksanakan dalam berbagai lingkungan yang berbeda.&lt;br /&gt;• Untuk membandingkan pelaksanaan kurikulum yang sama dalam bentuk implementasi atau kegiatan di dua tempat atau lebih tempat yang berbeda. &lt;br /&gt;Kelemahan dan kekuatan pendekatan fidelity adalah : &lt;br /&gt;• Kelemahan terletak pada evaluator yang tidak dapat membandingkan dua kurikulum atau lebih. Mereka hanya dapat mengevaluasi pada satu kurikulum saja, masalah akan timbul dari validitas alat tes (evaluasi) yang digunakan mungkin alat tersebut sahih untuk salah sattu kurikulum tetapi tidak untuk kurikulum yang lainnya. Keadaan ini menyebabkan hasil bandingan yang dibuat evaluator merupakan hasil semu.&lt;br /&gt;• Kekuatan terletak pada pertanyaan sampai seberapa jauh tujuan dan karakteristik utama suatu kurikulum tercapai. Kekuatan yang dimiliki pendekatan fidelity  ini menyebabkan evaluasi yang menggunakan pendekatan ini disebut sebagai evaluasi instrinsik.&lt;br /&gt;c. Kriteria Mutually Adaptive (menggunakan sumber gabungan)&lt;br /&gt;Pendekatan mutually adaptive adalah pendekatan yang menggunakan criteria baik yang dikembangkn dari karakteristik kurikulum yang dijadikan evaluan maupun dari luar. Pendekatan ini merupakan gabungan dari pendekatan gabungan antara pre-ordinate, fidelity, dan proses. Untuk evaluasi kurikulum, kriteria gabungan itu untuk suatu dimensi kurikulum, evaluasi dengan pendekatan pengembangan kriteria gabungan menggunakan berbagai sumber kriteria untuk mengukur berbagai dimensi kurikulum terjadi untuk suatau sttudi evaluasi, tetapi masing – masing kriteria digunakan untuk mengukur dimensi kurikulum yang berbeda. Berdasarkan pendekatan ini, maka Berman dan McLaughlin (1976 : 350) menyebutkan bahwa keberhasilan dari suatu implementasi kurilulum diukur menurut kondisi – kondisi berikut ini, &lt;br /&gt;• Keberhasilan yang dihayati mereka yang terlibat dalam pengembangan kurikulum (perceived success)&lt;br /&gt;• Perubahan perilaku baik dalam jenis maupun dalam dalam besarnya yang terjadi pada para guru dan pelaksana administratif sebagaimana dinyatakan oleh para pengembang kurikulum.&lt;br /&gt;• Fidelity implementasi yang menyatakan seberapa jauh kurikulum sebagai rencana telah dilaksanakan dalam benttuk kurikulum sebagai kegiatan. &lt;br /&gt;Sedangkan menurut Leinhardt (1977 : 227), karakteristik kurikulum adalah : &lt;br /&gt;• Menyediakan lingkungan yang adaptif bagi kebutuhan pendidikan siswa&lt;br /&gt;• Kurikulum tersebut diorganisasikan dan dikemukakan sedemikian rupa untuk mengajarkan dan memperkuat (reinforcement) keterampilah dasar kognitif&lt;br /&gt;• Siswa melakukan kontrol dan pengaturan sendiri untuk apa yang dipelajarinya asalkan masih dalam konteks kurikulum.&lt;br /&gt;Ketiga karakteristik kurikulum ini, melahirkan enam dimensi utama masalah dalam kurikulum yaitu : suasana belajar dikelas, pembagian waktu, prosedur pemberian tugas dalam matematika, monitoring kemajuan siswa, pemberian kesempatan bagi siswa untuk mengatur diri sendiri, dan kehadiran siswa.&lt;br /&gt;Enam criteria umum yang diggunakan dalam mengidentifikasi kurikulum menurut Levin (1986) adalah : efisiensi, relevansi, validitas, kemungkinan perubahan (modifiability), dan kegunaan (usability).&lt;br /&gt;Adapun keuntungan dan kerugian dari pendekatan gabungan ini adalah : &lt;br /&gt;Keuntungan : &lt;br /&gt;• Evaluator diberikan kesempatan untuk menggunakan berbagai kesempatan untuk mendapatkan sumber – sumber kriteria. Dengan adanya kemungkinan ini, evaluator mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang evaluan sehingga pertimbangan yang diberikannya terhadap kurikulum menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;• Kurikulum yang dipelajari betul – betul mendapatkan penghargaan yang tidak hanya berdasarkan pada apa yang dimilikinya tetapi juga mempunyai arti tentang apa yang dimilikinya tersebut terhadap sesuatu diluar dirinya sendiri.&lt;br /&gt;• Evaluator dituntut memiliki pengetahuan yang luas mengenai berbagai kriteria yang ada serta teori yang menjadi dasar kiteria tersebut.&lt;br /&gt;Kekurangan : belum adanya rumus mengenai keluasan pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang evaluator.&lt;br /&gt;Syarat – syarat yang perlu diperhatikan dalam membandingkan dua buah kurikulum atau lebih dalam pendekatan gabungan inni adalah : &lt;br /&gt;• kriteria yang digunakan untuk perbandingan bersifat umum.&lt;br /&gt;• Kriteria yang bersifat umunm tersebut haruslah diberlakukan sedemikian rupa sehingga informasi yang ada tidak dipakai untuk memberikan pertimbangan mengenai nilai masing – masing kurikulum.&lt;br /&gt;• Kriteria umum itu baru memperoleh makna yang sebaik – baiknya apabila diperhitungkan dengan fakta mengenai keadaan masing – masing kurikulum, baik persamaan maupun perbedaan.&lt;br /&gt;d. Kriteria dari Lapangan (Proses) &lt;br /&gt;Pendekatan proses bertumbuh dan berkembang menjadi suatu pendekatan penting dalam evaluasi kurikulum dan merupakan suatu konsekuensi dari pandangan baru terhadap evaluasi evaluasi dan penggunaan metode yang dikembangkan dari naturalistic inquiry, atau kualitatif dari pandangan aliran filsafat fenomenologi. &lt;br /&gt;Karakteristik pendekatan proses adalah : &lt;br /&gt;• Kriteria yang digunakan untuk  tidak dikembangkan sebelum evaluator berada dilapangan tetapi dikembangkan selam evaluator berada dilapangan.&lt;br /&gt;• Berhubungan erat dengan kenyataan yang ada dilapangan&lt;br /&gt;• Kurikulum yang ada dipelajari dan dijadikan kerangka berpikir kasar ketika evaluator akan mengunjungi lapangannya.&lt;br /&gt;• Evaluator sangat perduli terhadap dengan masalah yang dihadapi oleh para pelaksana kurikulum dilapangan.&lt;br /&gt;• Pada waktu mengembangkan criteria evaluator secara langsung harus berhubungan dengan masalah – masalah lapangan yang dihadapi oleh para pelaksana kurikulum.&lt;br /&gt;• Model pendekatan proses berhubungan erat dengan pemakaian/aplikasi pendekatan kualitatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;RUANG LINGKUP EVALUASI KURIKULUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum&lt;br /&gt;Dalam perkembangan kurikulum sebagai rancangan dan proses pendidikan yang dikembangkan, tidak sedikit tantangan – tantangan yang dihadapi. Beberapa diantaranya yaitu : &lt;br /&gt;• Tantangan yang diidentifikasi adalah kekurangan pemahaman atau penguasaan terhadap materi pelajaran dari suatu mata pelajaran tertentu.&lt;br /&gt;• Tantangan yang dikemukakan masyarakyat adalah hasil identifikasi  dan formula para ahli. Hal ini merupakan hasil dari pengamatan mengenai apa yang sudah terjadi, apa yang sedang terjadi dan prediksi mengenai apa yang akan terjadi dimasa mendatang.&lt;br /&gt;• Tantangan secara kongkrit yaitu hasil analisis terhadap masalah yang muncul dimasyarakyat dibandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan agar masyarakyat berkembang kearah yang positif, produktif, kreatif, aman, makmur dan hidup bahagia.&lt;br /&gt;• Tantangan dari hasil evaluasi terhadap kondisi masyarakyat dilihat dari kualitas manusia yang dipersyaratkan oleh tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;Dalam mengatasi berbagai tantangan yang timbul sebagai akibat dari perkembangan evaluasi kurikulum dimasyarakyat, maka jawabannya terletak pada kurikulum. Sedangkan pada tingkat nasional jawaban terhadap tantangan tersebut dirumuskan sebagai sesuatu yang harus dicapai oleh dunia pendidikan menurut alur dan jenjang pendidikan. Kurikulum yang berkenaan langsung dengan kondisi ini adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan.  Sedangkan standar nasional dan standar lokal menjadi dasar dalam mengembangkan jawaban yang lebih operasional yaitu kurikulum yang dituangkan dalam bentuk dokumen atau rencana tertulis dan dalam bentuk proses pendidikan.&lt;br /&gt;Realisasi dari apa yang telah dirancang dalam kurikulum berbentuk dokumen tertulis adalah proses pendidikan yang dilaksanakan disuatu lembaga pendidikan baik dikelas atau diluar kelas. &lt;br /&gt;2. Ruang Lingkup Evaluasi Kurikulum &lt;br /&gt;Terdapat 3 ruang lingkup dalam evaluasi kurikulum yang akan dijelaskan satu persatu sebagai berikut ini : &lt;br /&gt;a. Ruang Lingkup Evaluasi Kurikulum Pada Tingkat Nasional&lt;br /&gt;Pada tingkat nasional/makro proses pengembangan menghasilkan ketetapan Menteri  Pendidikan Nasional mengenai Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan serta pedoman pelaksanaan yang mendasarkan ketetapan tahun 2006 dinyatakan sebagai permen Nomor 22, 23 dan 24 tahun 2006.Permen no 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan menetapkan Standar Isi dan Standar Kompetensi serta Kompetensi Dasar. Dalam standar isi tercakup : &lt;br /&gt;• Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum&lt;br /&gt;• Beban Belajar&lt;br /&gt;• Kalender Pendidikan&lt;br /&gt;Ketiga ketetapan yang berkaitan dengan standar isi ini merupakan dasar kurikulum yang berlaku secara nasional. Dalam kerangka dasar dan struktur kurikulum ditetapkan hal – hal berikut : &lt;br /&gt;• Kelompok Mata Pelajaran &lt;br /&gt;• Struktur Kurikulum Pendidikan Umum&lt;br /&gt;• Struktur Kurikulum Pendidikan Kejuruan&lt;br /&gt;• Struktur Kurikulum Pendidikan Khusus&lt;br /&gt;• Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;Kelompok mata pelajaran adalah pengelompokan mata pelajaran yang ada pada kurikulum berdasarkan ketetapan yang ada pada peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. &lt;br /&gt;Seluruh mata pelajaran dikelompokkan menjadi lima yaitu : kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, kelompok mata pelajaran estetika, kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan. &lt;br /&gt;Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar berisikan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk latar belakang yang menyatakan mengapa mata pelajaran tersebut penting, tujuan mata pelajaran tersebut, ruang lingkup yang berisikan aspek – aspek yang diajarkan.&lt;br /&gt;a) Standar Isi&lt;br /&gt;Standar Isi berkenaan dengan kerangka dasar dan strukttur kurikulum, beban belajar dan kalender pendidikan. Kerangka dasar dan strukttur kurikulum meliputi :&lt;br /&gt;• Pengelompokan mata pelajaran&lt;br /&gt;• Prinsip pengembangan kurikulun&lt;br /&gt;• Pinsip Pelaksanaan Kurikulum&lt;br /&gt;• Struktur Kurikulum&lt;br /&gt;Sesuai dengan PP Nomor 19 Tahun 2005 mata pelajaran di sekolah dikelompokkan menjadi lima sama halnya dengan pengelompokan diatas.&lt;br /&gt;Permen Nomor 22 tahun 2006 menetapkan pula prinsip – prinsip pengembangan kurikulum, yaitu : Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungan nya.&lt;br /&gt;• Beragam dan terpadu&lt;br /&gt;• Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni&lt;br /&gt;• Relevan dengan kebutuhan kehidupan&lt;br /&gt;• Menyeluruh dan berkesinambungan &lt;br /&gt;• Belajar sepanjang hayat&lt;br /&gt;• Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. &lt;br /&gt;b) Standar Kompetensi Lulusan &lt;br /&gt;Standar kompetensi lulusan yang berlaku saat ini ditetapkan melalui peraturan Menteri (Premen) Diknas Nomor 23 tahun 2006 yang menetapkan SKL Satuan pendidikan (SKL-SP), dan SKL Mata Pelajaran (SKL-MP) untuk setiap satuan pendidikan.&lt;br /&gt;Permen 23 tahun 2006 menetapkan tujuan setiap satuan pendidikan sebagai berikut : &lt;br /&gt;• Pendidikan Dasar, yang meliputi SD/MI/SDLB/Paket A dan SMP/MTs./SMPLB/Paket B. bertujuan : meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiridan mengikuti pendidikan lebih lanjut.&lt;br /&gt;• Pendidikan Menengah yang terdiri atas SAM/MA/SMALB/Paket C. bertujuan : meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.&lt;br /&gt;• Pendidikan menengah kejuruan yang terdiri atas SMK/MAK bertujuan : Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiridan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ruang Lingkup Evaluasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan&lt;br /&gt;Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan perubahan dari sistem pemerintahan sentralisasi menjadi desentralisasi yang kemudian diakomodasi dalam undang – undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu wewenang pengembangan kurikulum ada di satuan pendidikan. Dengan demikian KTSP adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan dibawah pengawasan dan pembinaan dinas pendidikan. &lt;br /&gt;Sementara itu pasal 36 ayat (3) menetapkan hal – hal yang harus diperhatikan dan seyogyanya menjadi prinsip pengembangan KTSP, yaitu : &lt;br /&gt;• Peningkatan iman dan takwa&lt;br /&gt;• Peningkatan akhlak mulia&lt;br /&gt;• Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat peserta didik&lt;br /&gt;• Keragaman potensi daerah dan lingkungan&lt;br /&gt;• Tuntutan pembangunan daerah dan nasional&lt;br /&gt;• Tuntutan dunia kerja&lt;br /&gt;• Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni&lt;br /&gt;• Agama&lt;br /&gt;• Dinamika perkembangan global&lt;br /&gt;• Persatuan nasional dan nilai – nilai kebangsaan.&lt;br /&gt;Pelaksanaan Evaluasi Kurikulum&lt;br /&gt;a). Pengembangan Ide Kurikulkum&lt;br /&gt;ide kurikulum adalah komponen terpenting dalam proses pengembangan kurikulkum. Ide kurikulum merupakan rumusan dari posisi filosofis pendidikan yang dianut, pandangan teoritik tentang konsep kurikulum, model kurikulum yang digunakan, konsep tentang konten, organisasi kurikulum, desain kurikulum, desain dokumen, kurikulum, posisi peserta didik dalam belajar. Ide kurikulum harus jelas karena ide tersebut menjadi dasar  dan landasan bagi pengembangan berbagai komponen dokumen kurikulum.&lt;br /&gt;Proses deliberasi dari pengembang ide kurikulum kepada tim pengembang dokumen kurikulum harus dilakukan dengan seksama. Proses deliberasi harus memberikan jaminan adanya pemahaman yang sama mengenai ide kurikulum antara kelompok perumus ide kurikum dan para pengembang dokumen kurikulum lainnya. Pada fase ini evaluasi kurikulum sudah dapat dilakukan berkenaan dengan : &lt;br /&gt;• Relevansi ide kurikulum&lt;br /&gt;• Kejelasan rumusan ide kurikulum&lt;br /&gt;• Pemahaman ide oleh tim pengembang&lt;br /&gt;b). Pengembangan Kurikulum Sebagai Dokumen&lt;br /&gt;Pengembangan kurikulum sebagai dokumen didasari pada ide kurikulum dan ketetapan mengenai standar isi dan SKL. SKL-SP diperlukan unttuk membangun tujuan yang akan dicapai oleh kurikulum SP sacara keseluruhan. Dalam aspek literatur mengenai standarc dan kompetensi maka aspek kemampuan ini memiliki jenjang : &lt;br /&gt;• Kemampuan memahami&lt;br /&gt;• Kemampuan melakukan&lt;br /&gt;• Mastery (penguasaan)&lt;br /&gt;• profiency (profesionalitas)&lt;br /&gt;Komponen proses pembelajaran dalam suatu dokumen kuikulum adalah terjemahan operasional dari posisi teoritik proses belajar yang ditetapkan dalam ide kurikulum. Komponen proses harus secara jelas merumuskan kegiatan yang harus dilakukan peserta didik dan bukan metode mengajar jika posisi teoritik mengatakan bahwa peserta didik adalah subjek dalam belajar dan aktif dalam  mengembangkan potensi dirinya.&lt;br /&gt;c). Penembangan Silabus&lt;br /&gt;Silabus adalah rancangan terulis yang dibuat guru berkenaan dengan mata pelajaran yang menjadi tanggungjawabnya. Oleh karena itu, silabus dikembangkan setelah satu satuan pendidikan memiliki kurikulumnya. &lt;br /&gt;• Silabus memiliki komponen yang hamper sama dengan dokumen kurikulum, yaitu : &lt;br /&gt;• Standar Kompetensi Lulusan&lt;br /&gt;• Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar untuk kelas dan mata pelajaran tersebut&lt;br /&gt;• Tujuan&lt;br /&gt;• Daftar Pokok Bahasa/materi Pelajaran serta rincian&lt;br /&gt;• Proses Pembelajaran&lt;br /&gt;• Asesmen&lt;br /&gt;• Buku dan Sumber lain.&lt;br /&gt;d). Pengembangan Proses &lt;br /&gt;Kurikulum sebagai suatu proses sangat menentukan hasil belajar. Jika kurikulum dalam bentuk proses ini berbeda secara prinsipil dari kurikulum sebagai dokumen maka hasil belajar yang dikenal, terukur, atau terekam dalam hasil dari kurikulum sebagai proses dan kurikulum dalam bentuk dokumen.&lt;br /&gt;Dalam kurikulum sebagai proses juga merupakan inti dari suatu proses pendidikan.banyak factor yang mempengaruhi proses atau implementasi kurikulum diantaranya faktor manusia (guru, kepala sekolah, peserta didik), sumber dan akses terhadap sumber, alat belajar dan mengajar, dan juga lingkungan sekolah dan kelas. Dalam hal ini faktor guru merupakan faktor yang paling penting, Karen aguru adalah orang yang secara professional mengembangkan kurikulum sebagai proses. &lt;br /&gt;e). Hasil Belajar &lt;br /&gt;Hasil belajar memilikin karakteristik unik dilihat dari pengembangan kurikulum dan evaluasi kurikulum. Dalam hal ini hasil belajar adalah fokus evaluasi kurikulum yang cukup mendapat perhatian.&lt;br /&gt;Evaluasi terhadap hasil belajar harus diprhitungkan jugadalam proses pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan kurikulum sebagai rencana hanya akan memberikan hasil belajar yang sama terhadap seluruh peserta didik jika beberapa faktor peserta didik diperhitungkan. Faktor – faktor peserta didij seperti : minat, perhatian, cita – cita kebiasaan belajar, dan berbagai faktor yang dikenal dengan istilah “aptitude” . faktor – faktor ini dapat dianggap tidak berpengaruh atau diasumsikan sama apabila proses pembelajaran memperhatikan pada perbedaan – perbedaan faktor peserta didik dan melakukan berbagai tindakan untuk mengurangi pengaruh negatif dari faktor – faktor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-2798979106877290227?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/2798979106877290227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=2798979106877290227' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/2798979106877290227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/2798979106877290227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2009/04/bab-i-pendahuluan-evaluasi-kurikulum.html' title=''/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SeRSAacDY_I/AAAAAAAAADI/PvS4Hg_3sQA/s72-c/evakurjpeg.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-6469788704008930046</id><published>2009-04-14T00:59:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T00:59:10.079-07:00</updated><title type='text'>www.mediaedukasi.net: Modul 4 Animasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.mediaedukasi.net/2009/04/modul-4-animasi.html#comments"&gt;www.mediaedukasi.net: Modul 4 Animasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-6469788704008930046?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.mediaedukasi.net/2009/04/modul-4-animasi.html#comments' title='www.mediaedukasi.net: Modul 4 Animasi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/6469788704008930046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=6469788704008930046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/6469788704008930046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/6469788704008930046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2009/04/wwwmediaedukasinet-modul-4-animasi.html' title='www.mediaedukasi.net: Modul 4 Animasi'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-8641312665538875868</id><published>2009-04-08T00:19:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T00:59:39.632-07:00</updated><title type='text'>golput ne..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SdxVSsV-wYI/AAAAAAAAADA/xQFBuhOR3ok/s1600-h/golput.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 80px; height: 115px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SdxVSsV-wYI/AAAAAAAAADA/xQFBuhOR3ok/s320/golput.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322222639274443138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya,,,,,&lt;a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;client=firefox-a&amp;channel=s&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;q=golput&amp;um=1&amp;ie=UTF-8&amp;sa=N&amp;tab=iw"&gt;GOLPUT &lt;/a&gt;bukanlah hal yang aku inginkan,,,bahkan aku membencinya...sangat...secara,,dengan golput kita itu kayak orang yang dibodoh2i..masih dijajah alias belum merdeka...padahal kita sudah bebas dari sejak tahun 1945 silam, &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;sekarang sudah tahun 2009...terpaut jauh sudah,,jadi sisa2 penjajahan sudah dapat diminimalisir, selain itu dengan golput kita tidak ikut menyumbangkan upaya kita untuk memperbaiki negeri ini, dengan memilih kita bisa menargetkan sebarapa jauh negeri ini akan maju bersama orang yang kita pilih.jadi tidak tinggal manut saja akan mereka - mereka yang sudah terpilih, tapi kita sedikitpun tidak ikutan berpartisipasi...&lt;br /&gt;tapi sayangnya, aku harus golput lagi....diera contreng sekarang aku masih saja golput..ada beberapa hal yang menjadia alasan mengapa aku jadi "golputer", ini dia alasannya : &lt;br /&gt;1. KTP ku KTP rumah,,,&lt;br /&gt;2. Rumahku jauh diseberang..,,Sumatera Utara..&lt;br /&gt;3. aku tidak mungkin pulang 2-3 hari hanya untuk nyontreng..&lt;br /&gt;4. secara ongkos pulang tidak sedikit..&lt;br /&gt;5. pemerintah kita tidak memberikan alternatif bagi kami anak - anak rantau yang masih mengunakan KTP daerah masing - masing...harunya ada jalan lain selain mengganti KTP daerah menjadi KTP setempat..&lt;br /&gt;dan terakhir ini ya...aku pasti ga akan Golput,,,,,,andai saja ada yang mau bayarin ongkos pulang,,hhhheeee&lt;br /&gt;ya sudahlah,,belum nasibku ikut nyontreng besok (kayaknya pengen nyontreng banget ne,,,wahaaii kalian semua, carikan solusi terbaik, terkini dan termuktahir buat anak ini,,hhheee)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya bisa berdoa,agar mereka - mereka yang tidak golput bisa menyontreng dengan baik dan benar..tidak asal - asalan, tidak disogok, dan tidak dipaksa...biarlah kalian yang mewakili aku,,sangat terhormat bukan mendapatkan kepercayaan dari seseorang?? apalagi ini sebuah hal yang istimewa...&lt;br /&gt;semangat ya,,ditunggu hasilnya...kalo salah pilih awas loh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-8641312665538875868?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/8641312665538875868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=8641312665538875868' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/8641312665538875868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/8641312665538875868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2009/04/golput-ne.html' title='golput ne..'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SdxVSsV-wYI/AAAAAAAAADA/xQFBuhOR3ok/s72-c/golput.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-8153120050782792438</id><published>2009-04-02T23:30:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T01:48:58.093-07:00</updated><title type='text'>download antivirus,,</title><content type='html'>&lt;a href="www.avira.com"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="www.avira.com"&gt;&lt;a href="www.avira.com"&gt;&lt;a href="http://www.avira.com"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SdXHYr2ywdI/AAAAAAAAACw/VcBrpR5rUlA/s1600-h/avira-8-small.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 73px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SdXHYr2ywdI/AAAAAAAAACw/VcBrpR5rUlA/s320/avira-8-small.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320377761711440338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ini dia jagoan kita,,,si AVIRA....sipayung....hhheehhhee&lt;br /&gt;Seperti yang telah diberitakan Avira tanggal 15 April 2008 kemarin (Company News), Avira telah merilis antivirus versi baru mereka dengan Engine Virus Scanner baru AntiVir Scan Engine 8. Versi ini sudah tidak dinamakan dengan PersonalEdition Classic lagi, tetapi Avira Antivir Personal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyatakan bahwa engine versi baru ini meningkatkan performance sampai 20%. Selain itu Avira Antivir versi 8 ini, juga tampil dengan GUI (Graphical User Interface) yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas atau tambahan di versi 8 adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * GUI (Antarmuka) yang baru&lt;br /&gt;    * Anti-virus engine yang baru, meningkatkan performance sampai 20%.&lt;br /&gt;    * Proses Update yang lebih mudah&lt;br /&gt;    * Fasilitas Failsafe System tetap memberikan proteksi meski update gagal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilan Halaman Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sebelumnya, tampilan yang sederhana tidak menunjukkan kemampuan yang sederhana, tetapi bahkan mempermudah penggunanya dan pemakaian memori juga lebih efisien. &lt;br /&gt;dikutip dari ebsoft.web.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-8153120050782792438?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/8153120050782792438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=8153120050782792438' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/8153120050782792438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/8153120050782792438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2009/04/download-antivirus.html' title='download antivirus,,'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SdXHYr2ywdI/AAAAAAAAACw/VcBrpR5rUlA/s72-c/avira-8-small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-1453133111054806335</id><published>2009-01-14T21:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T21:38:31.499-08:00</updated><title type='text'>Kritisi Undang - undang Guru dan Dosen (UUGD)</title><content type='html'>KRITIKAL REVIEW UNDANG – UNDANG GURU DAN DOSEN (UUGD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENDAHULUAN &lt;br /&gt;Lahirnya UU guru dan dosen merupakan sebuah tonggak yang amat bersejarah bagi para tenaga kependidikan di Negara kita  ini. Selama puluhan tahun sejak Indonesia merdeka, menjadi guru atau dosen bukanlah sebuah pilihan yang menjadi prioritas utama bagi sebagian orang dikarenakan masih rendahnya penghargaan dari pemerintah dan animo masyarakat terhadap profesi ini apabila dibandingkan terhadap profesi lain yang jauh lebih menarik dan menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak ditengah keterpurukan moral dan kualitas pendidikan Indonesia saat ini, para pendidik memegang peranan penting dalam memperbaiki situasi semacam ini. Tidak dapat dipungkiri pendidik sebagai tenaga penyaluran ilmu pengetahuan dan sains merupakan ujung tombak percepatan usaha pembelajaran dikalangan masyarakyat sebab hanya karena merekalah proses alih nilai – nilai diberbagai jenjang dan instansi pendidikan dapat berjalan secara proporsional.&lt;br /&gt;Menimbang berbagai alasan – alasan tersebut diatas pemerintah berusaha mencari solusi terbaik untuk mengurangi permasalahan dan kendala umum yang terjadi dilapangan dimana para pendidik bertugas, salah satunya dengan mengeluarkan undang – undang guru dan dosen yang mana kedepan diharapkan dapat mengatasi permasalahan fenomenal ini serta memberikan jaminan kesejahteraan yang lebih layak bagi para guru mauppun dosen.&lt;br /&gt;B. PEMBAHASAN &lt;br /&gt;Apa yang terbersit dalam ingatan kita semua ketika menyebut dan mendengar sosok yang bernama guru? Guru adalah  mereka yang mengajar para siswa di sebuah sekolah. Barangkali inilah yang akan  muncul tatkala kita berusaha mendefenisikan arti dari profesi yang satu ini. Pandangan seperti ini nampaknya tidak  pernah berubah (dan inilah yang ada pada frame-thought masyarakat kita), guru hidup yang penuh dengan kesederhanaan, pekerjaan yang dimilikinya tidak bergengsi, bergaji minim tetapi dibebani dengan setumpuk tugas – tugas yang  berat. &lt;br /&gt;Adapula anggapan bahwa guru berkewajiban untuk mencerdaskan anak bangsa. Atau yang paling parah stigma yang diberikan pemerintah semasa Orde Baru, bahwa guru adalah  "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa". Yang sepertinya menohok para guru agar tidak terlalu diberi imbalan jasa atau pun penghargaan yang berarti. Sebab sebutan "pahlawan" tersebut sudah cukup menyenangkan hati mereka.&lt;br /&gt; Tetapi terlepas dari hal itu semua, dengan dikeluarkannya Undang – undang guru  masih ada angin segar yang berhembus untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidup para guru di Indonesia. UU Guru dan Dosen telah disahkan. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono No 14/2005 yang diundangkan melalui kementerian hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia AD Interim Yusril Ihza Mahendra. &lt;br /&gt;Tetapi celakanya, dimasyarakyat awam guru dan dosen tidaklah dianggap sebagai sebuah profesi karena baik undang-undang Sisdiknas maupun dalam peraturan-peraturan terkait lainnya tidak ada klausal yang menyebutkan bahwa pekerjaan sebagai guru atau dosen merupakan sebuah profesi. Padahal dipundak merekalah masa depan bangsa ini dibebankan. undang-undang guru dan dosen telah menyebutkan dengan jelas bahwa: profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti tercantum dalam pasal 7 (1) undang-undang ini. Dengan adanya pengakuan semacam ini, bekerja sebagai pendidik baik sebagai guru ataupun dosen dapat meningkatkan profesionalitasnya sebagai tenaga kependidikan dengan tugas pokok: mengembangkan ilmu pengetahuan dan mentransformasikannya kepada peserta didik. &lt;br /&gt;Namun sangat disayangkan, sejumlah kelemahan yang ada pada Undang-undang Guru dan Dosen, yang pada akhirnya merugikan guru dan dosen itu sendiri. Masih banyak sekali kekurangan dan kelemahan yang tersebar di sejumlah pasal UU itu. Yang meskipun terdapat juga sisi yang membawa kebaikan bagi para pemegang profesi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kebaikan : &lt;br /&gt;• Lahirnya UUGD telah memberikan peluang meningkatkan taraf kesejahteraan hidup para guru di Indonesia. Beberapa pasal yang menjadi substansi UU ini, memberi gambaran jaminan peningkatan taraf kesejahteraan hidup bagi para guru. Seperti contoh tunjangan dan penerimaan pendapatan mereka akan meningkat.&lt;br /&gt;• Disamping itu undang-undang ini telah memberi jaminan keabsahan hukum bagi para guru untuk menuntut nasib dan kesejahteraannya. Dalam artian para guru diberi kewenangan untuk menuntu hak – hak mereka yang memang pantas mereka peroleh.&lt;br /&gt;• UU Guru dan Dosen membawa arti penting bagi para guru, karena UU tersebut sebagai dasar untuk melaksanakan Undang-Undang Guru. Peraturan Pemerintah itu kelak akan menjadi peraturan yang mampu menjadi landasan pelaksanan UU Guru.&lt;br /&gt;• UUGD mengatur peningkatan kualitas guru demi meningkatkan mutu pendidikan nasional. Para guru harus memenuhi kualifikasi dan kompetensi terlebih dahulu. Mereka yang memenuhi kualifikasi akan mengikuti ikatan dinas di pendidikan guru bertaraf internasional. Guru yang memenuhi kualifikasi berhak mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi. Hal itu diatur dalam pasal tunjangan profesi sebagai guru bersertifikat dan tunjangan fungsional. Tunjangan fungsional diberikan kepada guru yang diangkat pemerintah dan pemerintah daerah. Sementara, subsidi akan diberikan kepada guru non pegawai negeri sipil. &lt;br /&gt;• Sebagai mana tercantum dalam pasal 7 (1) undang-undang ini. Dengan adanya pengakuan semacam ini, bekerja sebagai pendidik baik sebagai guru ataupun dosen dapat meningkatkan profesionalitasnya sebagai tenaga kependidikan dengan tugas pokok : mengembangkan ilmu pengetahuan dan mentransformasikannya kepada peserta didik. &lt;br /&gt;• Untuk menghindari adanya pelecehan terhadap dunia pendidikan dimana terdapat banyak sekali guru yang mengajarkan bidang studi diluar jangkauan dan kemampuan dirinya sendiri. Contohnya seorang guru yang hanya lulusan D2 komputer harus mengajarkan mata pelajaran kimia dan matematika, padahal jelas – jelas ini bukan merupakan alur dari sumber daya manusia yang terdapat didalam diri guru yang bersangkutan. Padahal seperti kita ketahui pendidik sangat berperan dalam menentukan output yang baik. Maka dari itu Agar memenuhi syarat sebagai seorang tenaga pendidik seperti yang dikehendaki oleh UU ini, Guru dan dosen yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan dan sertifikasi pendidik diberikan tenggang waktu paling lama 10 tahun. &lt;br /&gt;• Sebagai follow-upnya Pada pasal 10 undang -undang ini menyebutkan bahwa seorang Guru dan dosen juga harus menguasai empat kompetensi, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan seorang guru dan dosen mengelola proses pembelajaran peserta didik. Sehingga harapannya sebagai pendidik dan pengajar benar – benar memedomani profesinya yang sebenarnya. &lt;br /&gt;• Dengan dibentuknya UUGD, diharapkan menjadi salah satu upaya untuk menegakkan kembali benang kusut bidang pendidikan, khususnya sebagai payung salah satu subjek pendidikan yaitu guru. UU tersebut akan menjadi payung hukum bagi perkembangan karier, kesejahteraan, dan mampu menumbuhkan motivasi guru untuk bekerja lebih baik demi masa depan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kekurangan : &lt;br /&gt;• Meskipun menjanjikan peningkatan kesejahteraan kepada para Guru dan Dosen yakni pendapatan dan gaji tunjangan mereka akan meningkat namun hal ini belum menunjukkan realisasi yang jelas hingga pada saat ini, hal ini terbukti dilapangan masih terdapat banyak sekali guru – guru yang belum merasakan perubahan baik secara predikat, pandangan masyarakyat dan bahkan gaji yang mereka terima. Sepertinya ada dan tidak adanya undang – undang ini keadaan mereka sama saja, tidak ada yang berubah secara signifikan.&lt;br /&gt;• Sepertinya undang – undang ini hanya menguntungkan pihak pendidik (guru dan dosen) yang berstatus PNS saja, padahal kita harus mengingat juga bahwasanya masih banyak guru – guru dengan status yang berbeda – beda, misalnya : guru swasta, guru honorer, guru Bantu, guru pendamping, guru kontrak dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;• Masalahnya juga bertambah, ketika kita menyebut pendidik (guru dan dosen) adalah mereka yang sekadar melakukan kegiatan belajar dalam ruangan kelas resmi (Formal), yaitu sekolah ataupun kampus. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana dengan mereka yang melakukan pendidikan dan pengajaran di luar lingkup kelas dan sekolah. Sebagai contohnya : mereka yang menyebut modelnya sebagai pendidikan alternatif (sekolah alternatif, pondok pesantren, pendidikan luar sekolah) atau pun guru yang mengajar selama masa pengabdiannya yang bertahun-tahun dihabiskan pada sekolah dan pendidikan (sebagai contoh Butet dan sikembar yang mengabdi diberbagai tempat terpencil di Indonesia, padahal mereka tidak menyandang gelar PNS atau Non-PNS mereka hanya mengabdi saja) padahal mereka juga pendidik yang berkhidmat untuk mencerdaskan anak&lt;br /&gt;• Harusnya sebagai sebuah solusi yang notabenenya membawa keberuntungan bagi nasib guru dan dosen, isi dari UUGD seyogianya menjadi langkah awal dalam mensejahterakan kehidupan mereka yakni adanya peningkatan gaji dan tunjangan secara merata bukan malah sebaliknya mendiskriminasikan antara status dan golongan dalam ruang lingkup kependidikan.&lt;br /&gt;• Dengan kondisi yang sedemikian dikhawatirkan Akan terlihat peralihan peminatan menjadi PNS yang lebih besar dan  banyak memilih menjadi guru daripada profesi lain misalnya tenaga pegawai dikantor Camat. Sebab, dari segi finansial pendapatannya cukup besar.&lt;br /&gt;• Guru dan dosen yang belum memiliki sertifikasi pendidik tidak bisa menerima tunjangan profesi. Tetapi, mereka tetap mendapatkan tunjangan fungsional dan tunjangan lain. Jika demikian, kehadiran UU ini belum menguntungkan semua guru yang selama ini telah membaktikan seluruh kemampuannya untuk kepentingan dan kemajuan bangsa ini. Padahal, mereka inilah yang standar kehidupannya dibawah minimal dan tidak jarang mereka harus menggeluti profesi sampingan seperti tukang ojek karena gajinya yang sangat kecil. Belum lagi guru yang telah berusia 40 atau 50 tahun keatas sangat menyulitkan jika harus kuliah hanya untuk memperoleh sertifikasi sebagai seorang pendidik seperti yang disyaratkan dalam undang-undang tersebut. Oleh karena itu, hendaknya pemberlakuan UU ini tetap memperhatikan rasa keadilan semua tenaga kependidikan yang selama ini telah berjasa bagi negara ini.&lt;br /&gt;• UU yang dikeluarkan ini masih menuai kritik karena hanya mengatur hak guru dan dosen pegawai negeri sipil saja seperti telah sebutkan diatas. Sementara, guru dan dosen swasta masih berdasarkan kesepakatan antara guru dengan pengelola sekolah. Sertifikasi guru dan dosen juga masih perlu diuji. Masalahnya, para guru dan dosen nantinya harus berurusan dengan birokrasi untuk mendapakan sertifikat. Padahal, sudah menjadi rahasia umum dimasyarakyat kita bahwa urusan – urusan seperti itu ujung-ujungnya harus mengeluarkan uang yang  tentunya akan semakin menambah perjalanan panjang perjuangan  para guru untuk mengubah kesejahteraan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. SARAN&lt;br /&gt;Menurut saya, meski UU Guru dan Dosen telah dikeluarkan bukan berarti persoalan dalam dunia pendidikan dan pendidik telah selesai. Tetapi pemerintah juga seyogianya harus menindaklanjuti dengan seksama dan memikirkan bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk membuat skala penggajian yang lebih terarah dan tidak merugikan pihak – pihak tertentu, tentang bagaimana cara dan upaya peningkatan mutu misalnya : melalui pelatihan – pelatihan khusus yang bertujuan untuk profesionalitas tenaga pendidik, musyawarah antara para guru atau dosen, atau bisa saja melalui perlombaan kompetensi antara para pendidik yang sejabat (pemilihan guru teladan) dan sebagainya.&lt;br /&gt;Demikian juga masalah gaji dan tunjangan, ada baiknya pemerintah lebih bijak lagi dalam menyikapi persoalan yang satu ini, karena untuk menyambung hidup yang namanya manusia juga tetap membutuhkan dana. Pemerintah juga harus menyadari, bahwa semua guru adalah ujung tombak pendidikan. Kontribusi guru, baik itu negeri maupun swasta adalah sama dan sebangun, tidak ada bedanya. Terkait tuntutan profesionalnya, semua guru juga memerlukan akses informasi yang memadai, misalnya bisa mengakses internet dan berbagai kemajuan diberbagai bidang. Tidak seharusnya pemerintah memilah – milih  guru menjadi guru swasta dan negeri, karena implikasi dari pemberlakuan hal yang seperti ini sangat luas. &lt;br /&gt;Dengan demikian harapannya kedepan, masalah – masalah yang terkait dengan pendidikan di Negara kita ini bisa terselasaikan sedikit demi sedikit. Maka dari itu untuk mewujudkan semua harapan – harapan ini dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, sehingga apa – apa yang menjadi prioritas dapat tercapai. Sekian …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-1453133111054806335?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/1453133111054806335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=1453133111054806335' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/1453133111054806335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/1453133111054806335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2009/01/kritisi-undang-undang-guru-dan-dosen.html' title='Kritisi Undang - undang Guru dan Dosen (UUGD)'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-253091899801973826</id><published>2009-01-04T06:49:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T06:53:58.102-08:00</updated><title type='text'>implementasi TIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDNMQThdgI/AAAAAAAAACI/nbFODW7YofQ/s1600-h/tik.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 101px; height: 137px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDNMQThdgI/AAAAAAAAACI/nbFODW7YofQ/s320/tik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287451572951938562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu TIK??&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua yang teknologi berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6). &lt;br /&gt;Tercakup dalam definisi tersebut adalah semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastruktur komputer maupun (tele)komunikasi. Istilah TIK atau ICT (Information and Communication Technology), atau yang di kalangan negara Asia berbahasa Inggris disebut sebagai Infocom, muncul setelah berpadunya teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya) dan teknologi komunikasi sebagai sarana penyebaran informasi pada paruh kedua abad ke-20. &lt;br /&gt;Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang sangat pesat, jauh melampaui bidang-bidang teknologi lainnya. Bahkan sampai awal abad ke-21 ini, dipercaya bahwa bidang TIK masih akan terus pesat berkembang dan belum terlihat titik jenuhnya sampai beberapa dekade mendatang. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tingkat global, perkembangan TIK telah mempengaruhi seluruh bidang kehidupan umat manusia. Intrusi TIK ke dalam bidang-bidang teknologi lain telah sedemikian jauh sehingga tidak ada satupun peralatan hasil inovasi teknologi yang tidak memanfaatkan perangkat TIK. &lt;br /&gt;Membicarakan pengaruh TIK pada berbagai bidang lain tentu memerlukan waktu diskusi yang sangat panjang. Dalam makalah ini, kaitan TIK dengan proses pembelajaran disoroti lebih dibanding dengan kaitannya dengan bidang lain. Tanpa mengecilkan pengaruh TIK di bidang lain, bidang pembelajaran mendapatkan manfaat lebih dalam kaitannya dengan kemampuan TIK mengolah dan menyebarkan informasi.&lt;br /&gt;Perkembangan TIK.&lt;br /&gt;Bila dilacak ke belakang, terdapat beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap eksistensi TIK saat ini. Pertama adalah temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan penggelaran jaringan komunikasi dengan kabel yang melilit seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Inilah infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terealisasi transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama (Lallana, 2003:5). &lt;br /&gt;Komunikasi suara tanpa kabel segera berkembang pesat, dan kemudian bahkan diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943, yang kemudian diikuti oleh tahapan miniaturisai komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947, dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan soko guru TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era perang dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (eks Uni Sovyet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer, dan terus berevolusi sampai saat ini. &lt;br /&gt;Di lain pihak, perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat mulai diimplementasi-kannya teknologi digital menggantikan teknologi analog yang mulai menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. &lt;br /&gt;Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang dari awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi inilah kandungan isi (content) berupa multimedia, mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi-komputasi-multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi-komputasi-multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.&lt;br /&gt;Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk maksud yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication+informatics (telekomunikasi+informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan, sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat, juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library dan sebagainya. Awalan e- bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan Nasional bidang TIK&lt;br /&gt;Menyadari pentingnya TIK sebagai bidang yang berperan besar dalam pembangunan nasional, Kementerian Negara Riset dan Teknologi memberikan arahan sektor-sektor yang diprioritaskan untuk dikembangkan melalui kegiatan riset, antara lain: infrastruktur informasi, perangkat lunak, kandungan informasi (information content), pengembangan SDM dan kelembagaan, pengembangan regulasi dan standarisasi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infrastruktur Informasi&lt;br /&gt;Infrastruktur informasi terdiri atas beberapa aspek yang seluruhnya harus dibangun secara paralel dan saling menunjang. Aspek pertama adalah jaringan fisikyang berfungsi sebagai jalan raya informasi baik pada tingkat jaringan tulang-punggung maupun tingkat akses pelanggan. Jaringan tulang punggung harus mampu menghubungkan seluruh daerah Indonesia sampai wilayah pemerintahan terkecil. Pada tingkat akses pelanggan harus memungkinkan tersedianya akses yang murah dan memadai bagi masyarakat luas. &lt;br /&gt;Aspek kedua menekankan pada kemanfaatan sebesar-besarnya pengelolaan sumber informasi bagi seluruh komponen masyarakat. Kondisi ini dapat dicapai melalui diwujudkannya interoperabilitas sumber daya informasi yang tersebar luas sehingga dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif oleh seluruh pemangku kepentingan. &lt;br /&gt;Aspek terakhir adalah pengembangan perangkat keras, baik di sisi jaringan maupun di sisi terminal. Pengembangan ini harus dirancang berdasarkan kebutuhan dan kondisi jaringan yang ada di Indonesia, dengan mengadopsi sistem terbuka dan menanamkan tingkat kecerdasan tertentu untuk memudahkan integrasi sistem dan pengembangannya di masa depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat Lunak&lt;br /&gt;Pengembangan perangkat lunak diarahkan pada realisasi sistem aplikasi yang mampu menunjang proses transaksi ekonomi yang cepat dan aman, serta pengambilan keputusan yang benar dan cepat. Harga yang terjangkau dan daya saing pada tingkat internasional merupakan salah satu kriteria yang dipersyaratkan, khususnya mendukung kebijakan substitusi impor.&lt;br /&gt;Perangkat lunak sistem operasi dengan kehandalan tinggi dan kebutuhan sumber daya memori maupun prosesor yang minimal serta fleksibel terhadap perangkat keras maupun program aplikasi yang baru, merupakan prioritas yang harus dikembangkan. Program aplikasi juga perlu dikembangkan, terutama yang terkait dengan sektor perekonomian, industri, pendidikan, maupun pemerintahan.&lt;br /&gt;Dalam mempercepat pengembangan dan pendayagunaan perangkat lunak, perlu pula ditinjau implementasi konsep open source. Penerapan konsep open source ini diharapkan mampu menggalakkan industri perangkat lunak dengan partisipasi seluruh lapisan masyarakat tanpa melakukan pelanggaran hak cipta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan Informasi&lt;br /&gt;Kegiatan pengembangan kandungan informasi (information content) bertujuan melakukan penataan, penyimpanan, dan pengolahan informasi yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi proses pembangunan, pengorganisasian, pencarian, dan pendistribusian informasi. &lt;br /&gt;Kegiatan riset dan pengembangan kandungan informasi diawali dengan pemetaan berbagai potensi dan informasi nasional beserta pemodelan proses information retrieval. Dengan demikian implementasi information repository dan information sharing merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pemanfaatan maksimal kandungan informasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan potensi lokal, akumulasi kekayaan seni dan budaya Indonesia yang beraneka ragam dapat pula dieksploitasi sebesar-besarnya untuk menghasilkan produk-produk seni budaya yang berbasis multimedia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan SDM&lt;br /&gt;Dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) diperlukan upaya peningkatan kemandirian dan keunggulan, yang salah satunya adalah dengan mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan untuk membentuk keahlian dan keterampilan masyarakat dan peneliti dalam bidang teknologi yang strategis serta mengantisipasi timbulnya kesenjangan keahlian sebagai akibat kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;Pengembangan Regulasi dan Standarisasi&lt;br /&gt;Program kajian regulasi meliputi penyusunan Undang-Undang dan penyempurnaan berbagai kebijakan terkait bidang teknologi informasi, komunikasi dan broadcasting. Salah satunya adalah penyempurnaan Cetak Biru Telekomunikasi dan UU Telekomunikasi No. 36/1999 yang sudah mulai ketinggalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat. Penyelesaian Rancangan UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan berbagai UU lain yang dapat mendorong pertumbuhan aplikasi IT sangatlah diharapkan realisasinya pada tahun 2005-2025. Termasuk dalam kerangka regulasi ini adalah mempercepat terlaksananya proses kompetisi yang sebenar-benarnya dalam penyediaan jasa telekomunikasi sehingga dapat memberikan perbaikan kondisi layanan, kemudahan bagi pengguna jasa, serta harga yang ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIK dalam Pembelajaran&lt;br /&gt;Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan sebagai upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara, merupakan wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya interaksi imbal-balik yang seketika. Siaran bersifat searah, dari nara sumber belajar atau fasilitator kepada pembelajar.&lt;br /&gt;Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan movie) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih-lebih bila materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan berdasar teknologi Internet, memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi puncak seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Elektronik&lt;br /&gt;Buku elektronik atau ebook adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Ke dalam ebook dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. &lt;br /&gt;Jenis ebook paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB), ataupun flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 4 GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat ada pada misalnya Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan ebook menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik, misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-learning&lt;br /&gt;Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi (Tinio, tt: 4). Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet, sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik (SEAMOLEC, 2003:1). Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun per definisi radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah web-site yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh nara sumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan, dapat pula disediakan mailing-list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi.&lt;br /&gt;Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet (Hari Wibawanto, 2006). Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh email, kanal chatting, atau melalui video conference. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi Lain&lt;br /&gt;Selain e-book dan fasilitas e-learning, berbagai aplikasi lain bermunculan (dan kadang saling berintegrasi sehingga menimbulkan sinergi) sebagai dampak ikutan perkembangan TIK terutama internet.&lt;br /&gt;E-zine dari kata e-magazine, merupakan bentuk digital dari majalah konvensional. Penerbitan majalah berformat digital memungkinkan ditekannya ongkos produksi (karena tidak perlu mencetak) dan distribusi (karena sekali diupload ke server, seluruh dunia bisa mengaksesnya). Pemutakhiran isinya juga dapat dilakukan dengan sangat cepat sehingga perkembangan mutakhir dapat disajikan dengan lebih cepat. Termasuk dalam kategori e-zine ini adalah e-newspaper yang berfokus pada berita terkini dan e-journal yang memfokuskan diri pada laporan hasil-hasil penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-laboratory, merupakan bentuk digital dari fasilitas dan proses-proses laboratorium yang dapat disimulasikan secara digital. Pada dasarnya, perangkat lunak ini adalah perangkat lunak animasi dan simulasi yang dapat dikemas dalam keping CD, DVD maupun disajikan pada web-site sebagai web-based application (perangkat lunak yang berjalan pada jaringan internet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog atau weblog adalah perkembangan mutakhir di bidang web-based application. Ide semula adalah menyediakan fasilitas electronic diary atau buku harian elektronik untuk remaja. Pengguna dapat mengisi buku harian tersebut semudah menulis email, mengunggah (upload) ke server hanya dengan meng-klik ikon, dan hasilnya adalah tayangan tulisan di layar browser. Pemakai internet di manapun berada dapat melihat publikasi tersebut dengan mengakses alamat situs, misalnya: http://viaduty.wordpress.com. Dari sisi kandungan isi, blok sekarang banyak berisi gagasan, ide, dan opini pribadi tentang satu masalah yang menarik secara subyektif. Meskipun akurasi informasi yang tersaji masih bisa diperdebatkan, tetapi yang penting adalah blog memungkinkan seseorang tanpa pengetahuan desain web-site dapat dengan mudah membuat web-site pribadi dan mengelola maupun memutakhirkan isinya dengan sangat mudah. Kemudahan lain adalah tersedianya banyak server blog gratis. Dalam konteks pemanfaatannya bagi proses pembelajaran, kandungan isi blog pembelajar, misalnya, dapat menjadi umpan balik bagi fasilitator.&lt;br /&gt;Salah satu contoh, konteks Lokal: Universitas Negeri Semarang (UNNES)&lt;br /&gt;Salah satu syarat awal keterlibatan sivitas akademika dalam dunia TIK modern adalah computer literate atau melek komputer. Pendekatannya bisa top-down (dari dosen turun ke mahasiswa) atau sebaliknya bottom-up (dari mahasiswa naik ke dosen), atau dua-duanya berjalan simultan. Pendekatan ketiga itulah yang secara alami terjadi di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Penetrasi budaya masyarakat informasi yang ditularkan oleh perguruan tinggi besar di Indonesia maupun luar negeri telah menjadikan sebagian dosen melek komputer dan melek internet lebh dulu dari rekan-rekannya yang lain. Aset inilah yang secara alami melalui proses interaksi saling memerlukan, menjadi sarana persebaran keterampilan (dan budaya) menggunakan komputer dan internet. &lt;br /&gt;Penggarapan lebih serius dilakukan oleh UPT Sumber Belajar dan Media melalui kegiatan-kegiatan pelatihan produksi multimedia, perancangan situs web, dan sebagainya, yang berlangsung sejak tahun 2000.&lt;br /&gt; Dalam kegiatan-kegiatan pelatihan itulah dilakukan pengenalan pemanfaatan komputer untuk pembelajaran, sehingga menimbulkan gairah belajar-mengajar dengan fasilitas komputer. &lt;br /&gt;Sejak itu, mulailah masing-masing jurusan maupun program studi menyediakan fasilitas laboratorium komputer maupun laboratorium produksi multimedia. Kebutuhan yang mendesak terhadap akses internet mulai dilayani oleh warung internet yang bekerjasama dengan UPT Perpustakaan, kemudian disusul oleh layanan serupa di Jurusan Fisika, Jurusan Ekonomi, dan Jurusan Teknik Elektro.&lt;br /&gt;Menyadari pentingnya akses Internet dan fasilitas pembelajaran berbasis TIK lainnya, maka pada tahun 2006, melalui program hibah kompetisi INHERENT Unnes berupaya menyatukan jaringan-jaringan komputer lokal yang ada di 8 fakultas dengan menggunakan back-bone serat optik. Upaya itu berhasil dilakukan setelah Unnes memenangkan hibah INHERENT (Unnes, 2006). Penyatuan jaringan lokal tersebut memungkinkan dioperasikannya sistem informasi online yang mulai tahun 2007 dimanfaatkan sebagai sarana heregistrasi, yudisium, dan pengisian KRS secara online.&lt;br /&gt;Pengembangan selanjutnya adalah menyatukan beberapa kampus Unnes yang berada di lokasi lain (misalnya: Program Pascasarjana di Bendan Ngisor dan PGSD di Karanganyar) menjadi satu jaringan dengan kampus pusat di Gunungpati. Sayangnya, keterbatasan anggaran rutin yang disediakan Unnes menjadikan rencana-rencana tersebut hanya dapat dilaksanakan dengan mengandalkan dana-dana dari program hibah kompetisi. Tim-tim yang dibentuk oleh Unnes mendapat tugas berat untuk mengajukan dan mempertahankan proposal yang diajukan ke Direktorat Pendidikan Tinggi, bersaing dengan ratusan perguruan tinggi lain (negeri maupun swasta), agar dapat didanai.&lt;br /&gt;Beberapa permasalahan yang ditengarai menjadi tantangan pemanfataan TIK bagi pembelajaran di Unnes antara lain adalah:&lt;br /&gt;Adanya digital DVD dalam konteks lokal Unnes sendiri. Ada kesenjangan antara mahasiswa yang memperoleh kekayaan informasi lebih dengan mahasiswa yang memiliki akses informasi terbatas, baik akibat belum meratanya ketersediaan fasilitas, kurangnya keterampilan mengakses informasi, kurangnya dukungan finansial, maupun oleh sebab-sebab lain yang belum bisa diidentifikasi. Kesenjangan digital ini juga terjadi pada level dosen dan sivitas akademika lainnya.&lt;br /&gt;Adanya resistansi atau penolakan baik yang bersifat statik (berupa sifat malas berubah dan malas belajar) maupun agresif (perlawanan, karena menjadi pihak yang ‘dirugikan’).&lt;br /&gt;Ketergantungan pada sumber dana yang berasal dari hibah kompetisi menjadikan perkembangan TIK di Unnes tidak selalu berjalan sesuai skenario ideal. Hal itu disebabkan setiap program hibah yang diluncurkan Dikti senantiasa memiliki arah dan fokus sendiri, dan tidak selalu bisa dikaitkan dengan implementasi TIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang-peluang TIK  di Masa Depan&lt;br /&gt;Pada Kurikulum Berbasis Kompetensi maupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, termuat mata ajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SMP/MI maupun SMA/SMK/MA/MAK. Sampai saat ini belum ada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yang menghasilkan guru dengan spesialisasi pengajar Teknologu Informasi dan Komunikasi. Sebagian besar guru TIK di lapangan adalah guru yang berasal dari bidang keahlian kependidikan lain yang kebetulan ‘bisa mengoperasikan komputer’ atau bahkan sarjana-sarjana komputer. Ini merupakan peluang bagi LPTK seperti Unnes, baik dengan membuka secara khusus program studi yang terkait dengan TIK ataupun membekali calon guru dengan keterampilan TIK yang memadai sehingga tidak gamang menghadapi penugasan sebagai guru TIK.&lt;br /&gt;Ladang garapan lain yang seharusnya digarap LPTK seperti Unnes adalah bidang pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran. Kiranya program studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (dengan penekanan pada frasa terakhir, Teknologi Pendidikan) tepat untuk menggarap bidang tersebut. Berikut adalah sebagian dari daftar panjang bidang-bidang yang seharusnya digarap Unnes sebagai LPTK:&lt;br /&gt;Kajian desain dan implementasi bahan ajar multimedia;&lt;br /&gt;Kajian teori-teori belajar terkait proses pembelajaran online;&lt;br /&gt;Kajian eksploratif pemanfaatan jaringan Internet dalam proses pembelajaran;&lt;br /&gt;Desain dan implementasi perangkat lunak pembelajaran dengan berlandaskan pada teori belajar mutakhir;&lt;br /&gt;Pemanfaatan secara kreatif aplikasi-aplikasi berbasis internet yang telah ada menjadi alat bantu pembelajaran;&lt;br /&gt;Kajian pemanfaatan chatting, blogging, maupun teleconferencing pada proses pembelajaran;&lt;br /&gt;Sebagai institusi yang menghasilkan guru dan tenaga kependidikan lainnya, Unnes masih perlu membenahi dan terus memperbaiki infrastruktur terkait teknologi informasi dan komunikasi. Perbaikan infrastruktur TIK ini merupakan keniscayaan, mengingat pesatnya perkembangan TIK pada umumnya dan yang terkait dengan proses pembelajaran pada khususnya. Selain perbaikan infrastruktur, rekayasa sosial untuk mendekatkan sivitas akademika dengan TIK perlu dilakukan mengingat bahwa adopsi teknologi hanya berhasil baik apabila disertai dengan penyesuaian-penyesuaian budaya maupun kebiasaan yang dibawa serta oleh teknologi tersebut.&lt;br /&gt;Demikian beberapa terapan maupun implementasi dari TIK di dalam dunia pendidikan dan bidang lain. Yang tentunya secara keseluruhan membutuhkan tingkat keseriusan dan keterlibatan aktif dari berbagai pihak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-253091899801973826?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/253091899801973826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=253091899801973826' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/253091899801973826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/253091899801973826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2009/01/implementasi-tik.html' title='implementasi TIK'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDNMQThdgI/AAAAAAAAACI/nbFODW7YofQ/s72-c/tik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-1392884748279953686</id><published>2009-01-04T06:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T06:47:20.255-08:00</updated><title type='text'>apa ya manfaate komputer???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDLcHnl7VI/AAAAAAAAACA/YAgsTIQHnJA/s1600-h/kkk.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 107px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDLcHnl7VI/AAAAAAAAACA/YAgsTIQHnJA/s320/kkk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287449646474849618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat komputer dalam kehidupan sehari- hari sangat banyak dan sangat membantu, mempermudah , mempecepat pekerjaan –pekerjaan manusia diantaranya adalah   :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Bidang Pendidikan&lt;br /&gt;Dengan  adanya komputer mempermudah bagi pegawai administrasi  sekolah untuk membuat kurikulum pengajaran , jadwal pelajaran sekolah, membuat daftar nama siswa , membuat daftar nilai siswa , membuat absen siswa , membuat perhitungan gaji pegawai dan membuat perencanaan pengajaran bagi guru-guru sekolah.&lt;br /&gt;Mengakses Informasi Pendidikan lewat Internet. Seiring perkembangan jaman Internet telah merambah sekolah-sekolah setingkat kecamatan,sehingga akses informasipun semakin mudah diperoleh untuk kemajuan pendidikan tiap-tiap sekolah.&lt;br /&gt;2.      Bidang Kesehatan&lt;br /&gt;Mempermudah Dokter dan Perawat dalam memonitor kesehatan pasien monitor detak jantung pasien lewat monitor komputer, aliran darah , memeriksa organ dalam pasien dengan sinar X. Sebagai contoh saat perawatan Almarhum Mantan Presiden Soeharto di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, tahun 2008. Dengan teknologi modern bisa memonitor, bahkan menggantikan fungsi organ dalam seperti Jantung, Paru-paru dan Ginjal. Itu merupakan teknologi kesehatan yang digabungkan dengan teknologi Informasi dan Komputer. &lt;br /&gt;3.      Bidang Transportasi &lt;br /&gt;Dengan komputer semua jadwal dan jalur penerbangan yang transit dibandara bisa di program dan dijadwalkan dengan komputer. Untuk menerbangkan sendiri pesawat dilengkapi dengan peralatan komputer. Bahkan setelah mencapai ketinggian tertentu pesawat bisa di terbangkan otomatis dengan pilot otomatis yang sudah diprogram di dalam kmputer.&lt;br /&gt;Dengan komputer, narigasi kapal laut  bisa ditentukan koordinat dan arah gerak kapal. Demikian juga penjualan tiket di Bandara , Stasiun , Dan Terminal Bus di layani dengan cepat menggunakan komputer.&lt;br /&gt;4.      Bidang Jasa Pengiriman Barang&lt;br /&gt;Kantor Pos bisa mengirimkan dokumen pengiriman barang lebih cepat dan akurat.Dengan adanya komputer dan internet orang tidak lagi menunggu berhari-hari menerima surat, cukup lewat email saja lebih cepat dalam sekejap , jadi dunia menjadi semakin sempit dalam arti bisa diakses sedemikian cepatnya.&lt;br /&gt;5.      Bidang industri Otomotif&lt;br /&gt;Mobil-mobil di buat dari kerangka body, mesin, peralatan elektronik di pabrik dengan bantuan robot yang dikendalikan oleh komputer dengan leih akurat. Dengan bantuan komputer pabrik-pabrik otomotif bisa memproduksi mobil dalam jumlah ratusan perbulan, yang tidak mungkin dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia.&lt;br /&gt;6.      Bidang Jasa Konstruksi&lt;br /&gt;Dengan komputer para Insiyur dan Arsitek mendesain gambar konstruksi dengan pemodelan dan perhitungan yang akurat, cepat dan tepat. Gambar kontruksi didesain menggunakan program CAD, sedangkan untuk perhitungan analisis dan penganalisa kekuatan menggunakan program SAP2000 atau STAD III yang dioperasikan dengan bantuan komputer.&lt;br /&gt;7.      Bidang Jasa Percetakan &lt;br /&gt;Percetakan koran, majalah , buku-buku, semua dikerjakan dengan mesin yang di operasikan oleh komputer sehingga dalam waktu singkat bisa mencetak buku atau majalah atau koran dalam jumlah ratusan bahkan jutaan exemplar, bisa menghemat waktu dan biaya, seandainya dikerjakan dengan manual oleh manusia, butuh berapa ribu orang untuk mengetik di kertas koran dan perlu berapa lama untuk menyelesaikan, keburu berita menjadi basi dantidak up-to date lagi.&lt;br /&gt;8.      Bidang Industri Perfilman &lt;br /&gt;Semua efek-efek di dunia akting , animasi, dan penyotingan adegan film semua di rekam dengan perangkat elektronik yang dihubungkan dengan komputer. Animasinya juga di kembangkan mempergunakan animasi yang dibuat dengan aplikasi komputer. Sebagai contoh film-film Hollywood  berjudul TITANIC itu sebenarnya tambahan animasi untuk menggambarkan kapal raksasa yang pecah dan tenggelam, sehingga tampak menjadi seolah-olah mirip dengan kejadian nyata.&lt;br /&gt;9.   Bidang Industri Rekaman&lt;br /&gt;Bahwa untuk menghasilkan suara yang bagus perlu pengaturan perekam dan modifikasi suara dengan media komputer, serta mencetak lagu-lagunyapun di bantu dengan system komputer. Untuk mencetak album kedalam VCD atau DVD perlu bantuan pogram komputer untuk memproses pembuningan atau pembakaran CD sehingga bisa merekam suara dengan kualitas sangat tinggi.&lt;br /&gt;10. Bidang Pertahanan dan Keamanan&lt;br /&gt;Negara maju seperti Amerika telah dilengkapi dengan peralatan satelit yang dikendalikan dari Bumi, untuk memantau serta memetakan keadaan dipermukaan Bumi, pada Perang dunia II dan yang terakhir dengan Irak , Amerika menggunakan Jaringan Inteligen yang dilengkapi dengan Teknologi komputer dan Informasi modern sehingga bisa mengalahkan lawan-lawanya.&lt;br /&gt;11. Bidang Olah Raga&lt;br /&gt;      Pertandingan sepak bola piala dunia di tayangkan oleh satelite yang di hubungkan dengan pesawat penerima di bumi kemudian dipancarkan ke seluruh satelit pemancar TV di belahan bumi, sehingga acara olah raga sedunia itu bisa dinikmati oleh semua orang.&lt;br /&gt;12. Pabrik Sepatu&lt;br /&gt;      Proses pembuatan sol sepatu dalam  berbagai ukuran dan detail bentuknya dikerjakan dengan cara dan system komputer. Pertama-tama model dikerjakan dengan progam CADCAM untuk mendaesain sol sepatu dari berbagai ukuran kemudian di cetak dan di jadikan Mall cetakan untuk proses selanjutnya dengan penambahan bahan dari kulit dan kemudian dijahit dan diberi stiker atau logo yang dikerjakan dengan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina Armando, Staf Pengajar Jurusan Komunikasi FISIP UI, mengatakan bahwa kemunculan teknologi komputer sendiri sesungguhnya bersifat netral. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Nina, Muhammad Rizal, Psi, Psikolog di Lembaga Psikologi Terapan UI, mengatakan banyak manfaat dapat diambil dari penggunaan komputer, namun tak sedikit pula mudhorot yang bisa ditimbulkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara manfaat yang dapat diperoleh adalah penggunaan perangkat lunak pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya. Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini kini juga diramu dengan unsur hiburan (entertainment) yang sesuai dengan materi, sehingga anak semakin suka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain bisa diperoleh anak lewat program aplikasi berbentuk games yang umumnya dirancang untuk tujuan permainan dan tidak secara khusus diberi muatan pendidikan tertentu. Beberapa aplikasi games dapat berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi, dan bermain peran (role-play). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, komputer dalam proses belajar, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak. Gambar-gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan, sehingga dapat merangsang anak mengetahui lebih jauh lagi. Sisi baiknya, anak dapat menjadi lebih tekun dan terpicu untuk belajar berkonsentrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sisi mudhorot penggunaan komputer tak juga bisa diabaikan. Salah satunya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses negatif lewat internet &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh negatif lain, disepakati Nina dan Rizal adalah terbukanya akses negatif anak dari penggunaan internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. &lt;br /&gt;Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Nina mengungkapkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet. &lt;br /&gt;Meski demikian, baik Nina maupun Rizal sepakat bahwa mengajarkan internet bagi anak, di zaman sekarang merupakan hal penting. Hanya saja, demi mencegah dampak negatifnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan orangtua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaan internet. Karena itu, ujar Nina, orangtua terlebih dahulu harus ‘melek’ media dan tidak gatek. &lt;br /&gt;''Sayangnya, seringkali anaknya sudah terlalu canggih, sementara orangtuanya tidak tahu apa-apa. Tidak tahu bagaimana membuka internet, juga tidak tahu apa-apa soal games yang suka dimainkan anak. Nanti ketika ada akibat buruknya, orangtua baru menyesal,'' sesal Nina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, menurut Nina akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci. Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cegah kecanduan &lt;br /&gt;Pengaruh negatif lain bagi anak, menurut Rizal, adalah kecendrungan munculnya ‘kecanduan’ anak pada komputer. Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial.&lt;br /&gt;Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, menurut Rizal, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur. &lt;br /&gt;Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran penting orangtua &lt;br /&gt;Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer. Karenanya, kepada semua orangtua, Rizal kembali mengingatkan peran penting mereka dalam pemanfaatan komputer bagi anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, berikan kesempatan pada anak untuk belajar dan berinteraksi dengan komputer sejak dini. Apalagi mengingat penggunaan komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pada saat ini dan masa yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perhatikan bahwa komputer juga punya efek-efek tertentu, termasuk pada fisik seseorang. Karena perhatikan juga amsalah tata ruang dan pencahayaan. Cahaya yang terlalu terang dan jarak pandangan terlalu dekat dapat mengganggu indera penglihatan anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pilihlah perangkat lunak tertentu yang memang ditujukan untuk anak-anak. Sekalipun yang dipilih merupakan program edutainment ataupun games, sesuaikan selalu dengan usia dan kemampuan anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, perhatikan keamanan anak saat bermain komputer dari bahaya listrik. Jangan sampai terjadi konsleting atau kemungkinan kesetrum terkena bagian tertentu dari badan Central Processing Unit (CPU) komputer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, carikan anak meja atau kursi yang ergonomis (sesuai dengan bentuk dan ukuran tubuh anak), yang nyaman bagi anak sehingga anak dapat memakainya dengan mudah. Jangan sampai mousenya terlalu tinggi, atau kepala harus mendongak yang dapat menyebabkan kelelahan. Alat kerja yang tidak ergonomis juga tidak baik bagi anatomi anak untuk jangka panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, bermain komputer bukan satu-satunya kegiatan bagi anak. Jangan sampai anak kehilangan kegiatan yang bersifat sosial bersama teman-teman karena terlalu asik bermain komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,,disamping banyak manfaatnya, komputer juga memiliki sisi negatif yang dapat membahayakan kehidupan moral dan pisik seseorang. Masalahnya tinggal bagaimana kita menyikapi perangkat komputer itu apakah baik atau membawa dampak buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-1392884748279953686?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/1392884748279953686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=1392884748279953686' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/1392884748279953686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/1392884748279953686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2009/01/apa-ya-manfaate-komputer.html' title='apa ya manfaate komputer???'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDLcHnl7VI/AAAAAAAAACA/YAgsTIQHnJA/s72-c/kkk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-3142376178246532029</id><published>2009-01-04T06:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T06:33:55.441-08:00</updated><title type='text'>E - learning</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDIeW_9gUI/AAAAAAAAAB4/1kI8REsZQhw/s1600-h/daa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 98px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDIeW_9gUI/AAAAAAAAAB4/1kI8REsZQhw/s320/daa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287446386428444994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak alternatif yang bisa dicoba untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan menggali keterampilan baru tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang sekarang sedang Anda jalani, salah satu opsi yang bisa Anda coba adalah e-learning. Tertarik untuk mengetahui alternatif pembelajaran lewat media elektronik ini? Simak yang berikut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang dimaksud dengan e-learning?&lt;br /&gt;Menurut Allan J. Henderson, e-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet (The e-learning Question and Answer Book, 2003). Henderson menambahkan juga bahwa e-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di kelas. William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web (yang bisa diakses dari Internet). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran jarak jauh. E-learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa saja berada di Jakarta, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di kota lain bahkan di negara lain. Namun, interaksi masih bisa dijalankan secara langsung ataupun dengan jeda waktu beberapa saat. Jadi, pembelajar bisa belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah yang terkoneksi dengan Internet, sedangkan materi belajar dikelola oleh sebuah perusahaan di Amerika Serikat, di Jepang ataupun di Inggris. Dengan cara ini, pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat ia mengakses ilmu yang dipelajari. Jika, pembelajaran ditunjang oleh perusahaan, maka si pembelajar bisa mengakses modul yang dipelajarinya dengan mengkoordinasikan waktu ia belajar dan waktu ia bekerja. Misalnya, jika pada pagi hari sampai siang hari, ia dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya di kantor, maka ia bisa menyisihkan waktu di sore hari menjelang pulang untuk belajar. Tugas-tugas yang sehubungan dengan e-learning yang ditekuni pun bisa disesuaikan waktu pengerjaannya dengan kesibukan pembelajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran dengan menggunakan media elektronik. E-learning, seperti juga namanya “Electronic Learning” disampaikan dengan menggunakan media elektronik yang terhubung dengan Internet (world wide web yang menghubungkan semua unit komputer di seluruh dunia yang terkoneksi dengan Internet) dan Intranet (jaringan yang bisa menghubungkan semua unit komputer dalam sebuah perusahaan). Jika Anda memiliki komputer yang terkoneksi dengan Internet, Anda sudah bisa berpartisipasi dalam e-learning. Dengan cara ini, jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi bisa jauh lebih besar dari pada cara belajar secara konvensional di ruang kelas (jumlah siswa tidak terbatas pada besarnya ruang kelas). Teknologi ini juga memungkinkan penyampaian pelajaran dengan kualitas yang relatif lebih standar dari pada pembelajaran di kelas yang tergantung pada “mood” dan kondisi fisik dari instruktur. Dalam e-learning, modul-modul yang sama (informasi, penampilan, dan kualitas pembelajaran) bisa diakses dalam bentuk yang sama oleh semua siswa yang mengaksesnya, sedangkan dalam pembelajaran konvensional di kelas, karena alasan kesehatan atau masalah pribadi, satu instruktur pun bisa memberikan pelajaran di beberapa kelas dengan kualitas yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran formal vs. informal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-learning untuk umum. E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran yang di tunjang oleh para ahli di bidang masing-masing. Walaupun sepertinya e-learning diberikan melalui komputer (yang adalah benda mati), e-learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola dan “dihidupkan” oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu: Subject Matter Expert (SME), Instructional Designer (ID), Graphic Designer (GD) dan para ahli di bidang Learning Management System (LMS). SME merupakan nara sumber dari pelatihan yang disampaikan. ID bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari. GD mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari. Para ahli di bidang LMS mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya. Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh. Jadi, e-learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa manfaat e-learning bagi Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak perusahaan dan individu yang memanfaatkan e-learning sebagai sarana untuk pelatihan dan pendidikan karena mereka melihat berbagai manfaat yang ditawarkan oleh pembelajaran berbasis web ini. Dari berbagai komentar yang dilontarkan, ada tiga persamaan dalam hal manfaat yang bisa dinikmati dari e-learning.&lt;br /&gt;Fleksibilitas. Jika pembelajaran konvensional di kelas mengharuskan siswa untuk hadir di kelas pada jam-jam tertentu (seringkali jam ini bentrok dengan kegiatan rutin siswa), maka e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa diakses dari mana saja yang memiliki akses ke Internet. Bahkan, dengan berkembangnya mobile technology (dengan palmtop, bahkan telepon selular jenis tertentu), semakin mudah mengakses e-learning. Berbagai tempat juga sudah menyediakan sambungan internet gratis (di bandara internasional dan cafe-cafe tertentu), dengan demikian dalam perjalanan pun atau pada waktu istirahat makan siang sambil menunggu hidangan disajikan, Anda bisa memanfaatkan waktu untuk mengakses e-learning. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Independent Learning”.&lt;br /&gt; E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar untuk memegang kendali atas kesuksesan belajar masing-masing, artinya pembelajar diberi kebebasan untuk menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Ia bisa mulai dari topik-topik ataupun halaman yang menarik minatnya terlebih dulu, ataupun bisa melewati saja bagian yang ia anggap sudah ia kuasai. Jika ia mengalami kesulitan untuk memahami suatu bagian, ia bisa mengulang-ulang lagi sampai ia merasa mampu memahami. Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum ia pahami, pembelajar bisa menghubungi instruktur, nara sumber melalui email atau ikut dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu. Jika ia tidak sempat mengikuti dialog interaktif, ia bisa membaca hasil diskusi di message board yang tersedia di LMS (di Website pengelola). Banyak orang yang merasa cara belajar independen seperti ini lebih efektif daripada cara belajar lainnya yang memaksakannya untuk belajar dengan urutan yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;Biaya. &lt;br /&gt;Banyak biaya yang bisa dihemat dari cara pembelajaran dengan e-learning. Biaya di sini tidak hanya dari segi finansial tetapi juga dari segi non-finansial. Secara finansial, biaya yang bisa dihemat, antara lain biaya transportasi ke tempat belajar dan akomodasi selama belajar (terutama jika tempat belajar berada di kota lain dan negara lain), biaya administrasi pengelolaan (misalnya: biaya gaji dan tunjangan selama pelatihan, biaya instruktur dan tenaga administrasi pengelola pelatihan, makanan selama pelatihan), penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar (misalnya: penyewaan ataupun penyediaan kelas, kursi, papan tulis, LCD player, OHP). Dalam hal biaya finansial William Horton (Designing Web-Based Training, 2000) mengutip komentar beberapa perusahaan yang telah menikmati manfaat pengurangan biaya, antara lain: Buckman Laboratories berhasil mengurangi biaya pelatihan karyawan dari USD 2.4 juta menjadi USD 400,000; Aetna berhasil menghemat USD 3 juta untuk melatih 3000 karyawan; Hewlett-Packard bisa memotong biaya pelatihan bagi 700 insinyur mereka untuk produk-produk chip yang selalu diperbaharui, dari USD 7 juta menjadi USD 1.5 juta; Cisco mengurangi biaya pelatihan per karyawan dari USD 1200 - 1800 menjadi hanya USD 120 per orang. Biaya non-finansial yang bisa dihemat juga banyak, antara lain: produktivitas bisa dipertahankan bahkan diperbaiki karena pembelajar tidak harus meninggalkan pekerjaan yang sedang pada posisi sibuk untuk mengikuti pelatihan (jadwal pelatihan bisa diatur dan disebar dalam satu minggu ataupun satu bulan), daya saing juga bisa ditingkatkan karena karyawan bisa senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaannya, sementara bisa tetap melakukan pekerjaan rutinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana memanfaatkan e-learning secara optimal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya pembelajaran dengan cara lain, e-learning bisa memberikan manfaat yang optimal jika beberapa kondisi berikut terpenuhi. &lt;br /&gt;Tujuan. Sebelum memutuskan untuk mengikuti e-learning, Anda perlu menentukan tujuan belajar Anda, sehingga Anda bisa memilih topik, modul, lama belajar, biaya, dan sarana belajar secara elektronik yang sesuai. Tujuan ini hendaknya dikaitkan dengan tujuan pribadi ataupun tujuan bisnis Anda secara langsung yang spesifik dan terukur. Misalnya: Anda baru saja diangkat sebagai project manager. Dalam tiga bulan pertama Anda ingin mendapat keterampilan di bidang ini. Karena pekerjaan baru, dengan gaji dan pekerjaan yang juga meningkat, Anda merasa tidak mungkin untuk secara fisik meninggalkan pekerjaan Anda. Untuk itu Anda bisa mengikuti e-learning berdurasi tiga bulan dengan topik project management yang ditawarkan lembaga atau universitas tertentu (umumnya universitas di Amerika, Australia dan Eropa menawarkan program e-learning). &lt;br /&gt;Sambil mengikuti pelajaran, Anda bisa sekaligus menerapkan ilmu dan keterampilan yang Anda dapatkan. Anda juga bisa memanfaatkan forum diskusi secara elektronik untuk membahas permasalahan yang langsung Anda hadapi di lapangan.&lt;br /&gt;Pembelajar. Cara belajar dengan e-learning memberikan peluang untuk menjadi pembelajar independen. Jadi, untuk mendapatkan manfaat optimal dari e-learning, Anda juga harus senang belajar secara independen, memiliki sikap yang positif terhadap pembelajaran dan perluasan wawasan (memiliki motivasi tinggi untuk menguasai topik yang diambil, menganggap belajar bukan sebagai beban tetapi sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas, mampu menerapkan disiplin dalam belajar), memiliki sarana belajar yang menunjang (misalnya: komputer, akses internet, fax, printer), keterampilan dan strategi untuk belajar secara independen di dunia maya (keterampilan dasar menggunakan komputer dan internet, strategi untuk mengelola waktu). &lt;br /&gt;Sama seperti cara belajar lain, cara belajar dengan e-learning akan lebih mudah jika mendapat dukungan dari orang-orang terkait dengan pembelajar (misalnya: atasan, perusahaan tempat bekerja, rekan sekerja, sahabat dan keluarga). Dengan dukungan dari berbagai pihak (baik berupa dana, dukungan moril, maupun dukungan fasilitas), semangat belajar yang terkadang turun bisa tetap dipertahankan, bahkan dipacu lebih tinggi, masalah yang dihadapi dalam belajar bisa dituntaskan, sehingga proses belajar dan penyelesaian program bisa lebih mudah dijalankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-learning hanyalah sebuah “alat” yang dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan. “Alat” ini jika digunakan bersama “alat-alat” akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan. Dengan demikian, e-learning tidak harus digunakan secara murni, tetapi bisa diharmonisasikan dengan penggunaan media lain untuk saling menunjang meraih tujuan si pembelajar. Jadi, jika memang ada kesempatan untuk menggunakan media lain untuk belajar (pembelajaran konvensional di kelas, pembelajaran melalui mailing list, video, radio, fax, atau korespondensi), mengapa tidak saling dikoordinasikan? &lt;br /&gt;Pilih yang Anda perlu. Jika Anda hanya perlu bepergian dengan mobil, Anda tidak perlu menggunakan pesawat terbang. Jika Anda hanya memerlukan informasi dan pengetahuan umum untuk memperluas wawasan, Anda tidak perlu memerlukan sarana untuk memperluas wawasan di bidang tertentu, Anda tak perlu mengeluarkan biaya untuk mengikuti e-learning lengkap, Anda bisa saja berpartisipasi dalam dialog elektronik ataupun menjadi anggota mailing list yang memberikan informasi yang Anda perlukan. Misalnya, untuk mendapatkan tips cerdas untuk mengembangkan diri, Anda bisa mencoba berpartisipasi dalam mailing list smart_wisdom@yahoogroups.com, untuk informasi mengenai manajemen, mengapa tidak mengakses manajemen@yahoogroups.com, dan untuk mendapat contoh dialog dan ungkapan bahasa Inggris dalam bisnis, cobalah edpro@yahoogroups.com. Anda juga bisa membangun mailing list atau berkirim email dengan teman seprofesi untuk saling bertukar informasi. Cara lain yang bisa Anda coba adalah mencari informasi di internet di website tertentu (website majalah internasional, ataupun perusahan konsultan internasional). Misalnya untuk mendapat informasi mengenai strategi manajemen dan bisnis, Anda bisa mencoba mengunjungi dan menjadi anggota mckinseyquarterly. com, sedangkan untuk mendapat informasi bisnis, kunjungi website majalah bisnis nasional maupun internasional, dan untuk melihat informasi lainnya mengenai cara manajemen diri kunjungi website surat kabar Anda ini (http:www. sinarharapan.co.id). Untuk melihat contoh e-learning, Anda bisa mengunjungi berbagai websites, antara lain: www.rootleraning.com, dan www.engines4ed.org. &lt;br /&gt;E-learning memberikan cara alternatif untuk belajar. Pemanfaatan e-learning secara optimal pun tergantung dari beberapa kondisi yang perlu dipenuhi. Namun, apa pun cara belajar yang dipilih, semua berpulang kepada si pembelajar. Tanpa komitmen dan kendali diri, tak ada satu cara belajar pun yang akan berhasil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-3142376178246532029?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/3142376178246532029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=3142376178246532029' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/3142376178246532029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/3142376178246532029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2009/01/e-learning.html' title='E - learning'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDIeW_9gUI/AAAAAAAAAB4/1kI8REsZQhw/s72-c/daa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-8384867913487621709</id><published>2009-01-04T06:05:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T06:10:57.107-08:00</updated><title type='text'>tentang Anti virus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDDJinjGUI/AAAAAAAAABw/R1a6iZfvTGE/s1600-h/image.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 123px; height: 111px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDDJinjGUI/AAAAAAAAABw/R1a6iZfvTGE/s320/image.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287440531211884866" /&gt;&lt;/a&gt; Antivirus adalah sebuah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk mendeteksi dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. Disebut juga Virus Protection Software. Aplikasi ini dapat menentukan apakah sebuah sistem komputer telah terinfeksi dengan sebuah virus atau tidak. Umumnya, perangkat lunak ini berjalan di latar belakang (background) dan melakukan pemindaian terhadap semua berkas yang diakses (dibuka, dimodifikasi, atau ketika disimpan). Sebagian besar antivirus bekerja dengan beberapa metode seperti di bawah ini:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Pendeteksian dengan menggunakan basis data virus signature (virus signature database): Cara kerja antivirus ini merupakan pendekatan yang banyak digunakan oleh antivirus tradisional, yang mencari tanda-tanda dari keberadaan dari virus dengan menggunakan sebagian kecil dari kode virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, dan telah dikatalogisasi sesuai dengan jenisnya, ukurannya, daya hancurnya dan beberapa kategori lainnya. Cara ini terbilang cepat dan dapat diandalkan untuk mendeteksi virus-virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, tapi tidak dapat mendeteksi virus yang baru hingga basis data virus signature yang baru diinstalasikan ke dalam sistem. Basis data virus signature ini dapat diperoleh dari vendor antivirus dan umumnya dapat diperoleh secara gratis melalui download atau melalui berlangganan (subscription).&lt;br /&gt;· Pendeteksian dengan melihat cara bagaimana virus bekerja: Cara kerja antivirus seperti ini merupakan pendekatan yang baru yang dipinjam dari teknologi yang diterapkan dalam Intrusion Detection System (IDS). Cara ini sering disebut juga sebagai Behavior-blocking detection. Cara ini menggunakan policy (kebijakan) yang harus diterapkan untuk mendeteksi keberadaan sebuah virus. Jika ada kelakuan perangkat lunak yang "tidak wajar" menurut policy yang diterapkan, seperti halnya perangkat lunak yang mencoba untuk mengakses address book untuk mengirimkan e-mail secara massal terhadap daftar e-mail yang berada di dalam address book tersebut (cara ini sering digunakan oleh virus untuk menularkan virus melalui e-mail), maka antivirus akan menghentikan proses yang dilakukan oleh perangkat lunak tersebut. Antivirus juga dapat mengisolasi kode-kode yang dicurigai sebagai virus hingga administrator menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Keuntungan dari cara ini adalah antivirus dapat mendeteksi adanya virus-virus baru yang belum dikenali oleh basis data virus signature. Kekurangannya, jelas karena antivirus memantau cara kerja perangkat lunak secara keseluruhan (bukan memantau berkas), maka seringnya antivirus membuat alarm palsu atau "False Alarm" (jika konfigurasi antivirus terlalu "keras"), atau bahkan mengizinkan virus untuk berkembangbiak di dalam sistem (jika konfigurasi antivirus terlalu "lunak"), terjadi false positive. Beberapa produsen menyebut teknik ini sebagai heuristic scanning.&lt;br /&gt;Antivirus yang menggunakan behavior-blocking detection ini masih sedikit jumlahnya, tapi di masa yang akan datang, kemungkinan besar semua antivirus akan menggunakan cara ini. Beberapa antivirus juga menggunakan dua metode di atas secara sekaligus.&lt;br /&gt;Tabel berikut berisi beberapa antivirus yang beredar di pasaran, yang berhasil saya rangkum dari berbagai sumber yakni : &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Produsen Produk Situs Web    &lt;br /&gt;Aladdin Knowledge Systems eSafe http://www.aks.com    &lt;br /&gt;Alwil Software Avast http://www.asw.cz    &lt;br /&gt;Anyware Software Anyware AntiVirus http://www.helpvirus.com    &lt;br /&gt;Ansav Ansav http://www.ansav.com/    &lt;br /&gt;AVG AntiVirus AVG Anti-Virus http://www.grisoft.com    &lt;br /&gt;Cat Computer Services Quick Heal http://www.quickheal.com    &lt;br /&gt;Central Command Software Vexira Antivirus http://www.centralcommand.com    &lt;br /&gt;Authentium Command AntiVirus http://www.authentium.com/command/index.html    &lt;br /&gt;Computer Associates eTrust http://www.ca.com/virusinfo/    &lt;br /&gt;Cybersoft waVe Antivirus http://www.cyber.com    &lt;br /&gt;DialogueScience SpIDer Guard http://www.dials.ru    &lt;br /&gt;Eset Software NOD32 http://www.nod32.com    &lt;br /&gt;Frisk Software F-Prot Antivirus http://www.f-prot.com    &lt;br /&gt;F-Secure F-Secure Anti-virus http://www.fsecure.com    &lt;br /&gt;GeCAD RAV AntiVirus http://www.rav.ro    &lt;br /&gt;H+BEDV Datentechnik AntiVir dan AntiVir Personal Edition http://www.antivir.de    &lt;br /&gt;HAURI ViRobot, DataMedic, Live-Call http://www.hauri.co.kr    &lt;br /&gt;Hiwire Computer and Security WinProof dan ExcelProof http://www.hiwire.com.sg    &lt;br /&gt;Ikarus Die Klinik http://www.ikarus-software.at    &lt;br /&gt;Kaspersky Labs Kaspersky Anti-Virus (AVP) http://www.kaspersky.com    &lt;br /&gt;Leprechaun Software VirusBUSTER II http://www.leprechaun.com.au    &lt;br /&gt;Messagelabs email scanning services http://www.messagelabs.com/viruseye/    &lt;br /&gt;MicroWorld Software eScan http://www.microworldtechnologies.com    &lt;br /&gt;MKS MKS Vir http://www.mks.com.pl    &lt;br /&gt;Network Associates McAfee Anti-Virus dan McAfee Virus Scan http://www.mcafee.com atau http://www.nai.com    &lt;br /&gt;NetZ Computing InVircible AV http://www.invircible.com    &lt;br /&gt;Norman Data Defense Systems Norman Virus Control http://www.norman.no    &lt;br /&gt;Panda Software Panda AntiVirus dan NanoScan http://www.pandasoftware.com    &lt;br /&gt;Per Systems Per AntiVirus http://www.persystems.com/antivir.htm    &lt;br /&gt;Proland Software Protector Plus http://www.pspl.com    &lt;br /&gt;Safetynet VirusNet PC and VirusNet LAN http://www.safe.net    &lt;br /&gt;Softwin BitDefender http://www.bitdefender.com    &lt;br /&gt;Sophos Sophos Anti-Virus http://www.sophos.com    &lt;br /&gt;Sybari Software Antigen for Microsoft Exchange http://www.sybari.com    &lt;br /&gt;Symantec Norton Antivirus dan Symantec Antivirus Corporate Edition http://www.symantec.com    &lt;br /&gt;TREND Micro Trend Virus Control System dan PC-Cilin http://www.trendmicro.com    &lt;br /&gt;VirusBuster Ltd. VirusBuster http://www.vbuster.hu    &lt;br /&gt;Clam ClamAV http://www.clamav.org    &lt;br /&gt;PC Media Anti Virus PCMAV http://www.virusindonesia.com/    &lt;br /&gt;Microsoft Corporation Windows Live OneCare dan Microsoft ForeFont http://onecare.live.com    &lt;br /&gt;Zonelabs ZoneAlarm AntiVirus http://www.zonealarm.com/    &lt;br /&gt;BullGuard BullGuard Antivirus http://www.bullguard.com/  &lt;br /&gt;Anda dapat mendownload antiviruses updates secara manual di:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nama Anti Virus Alamat Website    &lt;br /&gt;AVG Anti Virus http://www.avg.com/download-update    &lt;br /&gt;PC Media Anti Virus http://www.virusindonesia.com/  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-8384867913487621709?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/8384867913487621709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=8384867913487621709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/8384867913487621709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/8384867913487621709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2009/01/tentang-anti-virus.html' title='tentang Anti virus'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDDJinjGUI/AAAAAAAAABw/R1a6iZfvTGE/s72-c/image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-197988311966342156</id><published>2009-01-04T05:12:00.001-08:00</published><updated>2009-01-04T06:21:40.102-08:00</updated><title type='text'>Perangkat - perangkat Komputer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDAbQ28yLI/AAAAAAAAABo/6BOo1aBLqS8/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 105px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDAbQ28yLI/AAAAAAAAABo/6BOo1aBLqS8/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287437537147406514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda pernah menggunakan fasilitas komputer dalam keseharian Anda, di kantor, di sekolah, ataupun di rumah, tentu Anda akan berinteraksi langsung dengan komponen-komponen komputer yang disebut hardware. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa itu hardware ? Teman-teman yang hampir setiap harinya berkutat dengan komputer (seperti dulur-dulur senior di blog wordpress), aku yakin seyakin-yakinnya pasti tahu apa itu hardware. Ya, hardware secara umum diartikan sebagai perangkat keras komputer. Namun, dari beberapa pengertian yang disampaikan oleh ahli-ahli yang berkompeten di bidang ini, aku lebih sependapat dengan pengertian hardware yang merupakan perangkat komputer yang dapat dilihat, dapat diraba (secara fisik menggunakan anggota tubuh seperti tangan), dan dapat dirasakan manfaatnya. Perangkat/komponen hardware yang secara umum ada pada satu komputer dapat dikelompokkkan menjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan Input &lt;br /&gt;Peralatan Input atau peralatan masukan yaitu pealatan yang berfungsi untuk memasukan data atau program dan mengirimkan data atau program tersebut dalam bentuk data digital yang akan diproses oleh pusat pengolahan pada komputer. Beberapa peralatan input yang umum digunakan antara lain:&lt;br /&gt;· Keyboard&lt;br /&gt;· Mouse&lt;br /&gt;· Flopydisk Drive&lt;br /&gt;· Scanner&lt;br /&gt;· CD ROM/CDRW&lt;br /&gt;· DVD ROM /DVD RW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyboard&lt;br /&gt;Keyboard merupakan perangkat yang memiliki tombol mirip dengan mesin tik dan beberapa tombol tambahan dengan berbagai fungsi.&lt;br /&gt;Keyboard digunakan untuk memasukan data atau untuk memberikan perintah pada komputer.&lt;br /&gt;Jenis-jenis keyboard yaitu: Serial, PS/2 dan USB&lt;br /&gt;Beberapa merek keyboard yang ada dipasaran antara lain yaitu: Logitech, Accer, dll.   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Mouse&lt;br /&gt;Mouse merupakan peralatan masukan yang berfungsi untuk menggerakan pointer di layar untuk menjalankan icon perintah atau program yang tampil pada layar monitor&lt;br /&gt;Jenis Mouse antara lain yaitu: Serial, PS/2 dan USB&lt;br /&gt;Beberapa merek mouse yang ada dipasaran antara lain yaitu: Logitech, Genius, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah dalam mouse: &lt;br /&gt;· Klik mouse: Menekan tombol kiri mouse sebanyak 1 kali&lt;br /&gt;· Double Klik : Menekan tombol kiri mouse sebanyak 2 kali dengan cepat&lt;br /&gt;· Drag and Drop: Menekan tombol kiri mouse sambil ditahan dan mengesernya sampai batas yang diinginkan lalu melepas tombolnya kembali&lt;br /&gt;· Klik Kanan: Menekan tombol kanan mouse sebanyak 1 kali&lt;br /&gt;· Scroll lock : Menggulung layar ke atas atau ke bawah    &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Floppy Disk Drive &lt;br /&gt;Merupakan peralatan masukan yang berfungsi untuk membaca data atau program dari media penyimpan data flopy disk (Disket). Alat ini juga dapat berfungsi untuk menulis atau merekam data ke dalam disket. Beberapa merek Flopy Disk Drive yang ada dipasaran antara lain yaitu: Panasonic, Sony, Samsung dll.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scaner&lt;br /&gt;Peralatan masukan ini berfungsi untuk mentransfer atau mengkonversi gambar, foto, text manual menjadi data digital sehingga dapat dimengerti oleh komputer.&lt;br /&gt;Beberapa merek scanner dipasaran antara lain adalah: Canon, HP, Accer dll.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piranti Optis&lt;br /&gt;CD ROM&lt;br /&gt;Peralatan masukan ini berfungsi untuk membaca data atau program dari media penyimpan data CD (Compac Disk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CD RW &lt;br /&gt;Selain berfungsi untuk membaca data atau program dari media penyimpan data CD (Compac Disk) juga dapat menulis dan merekam data pada CD CD ROM / CD RW mempunyai kecepatan berbeda-beda antara lain: 40 X, 52 X, dst. Beberapa Merek antara lain: Samsung, LG dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DVD ROM &lt;br /&gt;Peralatan masukan ini berfungsi untuk membaca data atau program dari media penyimpan data baik CD atau DVD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DVD RW &lt;br /&gt;Selain berfungsi untuk membaca data atau program dari media penyimpan data CD/DVD juga dapat menulis dan merekam data pada CD / DVD DVD ROM / DVD RW mempunyai kecepan berbeda-beda antara lain: 40 X, 52 X, dst. Beberapa Merek: Samsung, LG, Philip dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan Proses &lt;br /&gt;Alat Proses adalah CPU (Central Prosesing Unit) yang merupakan unit proses utama dan terpenting dalam komputer yang mengendalikan seluruh proses pengolahan data mulai dari membaca data dari peralatan input, mengolah atau memproses sampai pada mengeluarkan informasi (Output) ke peralatan Output. CPU terdiri dari tiga bagian fungsional:&lt;br /&gt;1. ALU (Arithmetic Logical Unit) berfungsi melakukan semua proses yang membutuhkan perhitungan matematika dan perbandingan secara logika&lt;br /&gt;2. CU (Control Unit) berfungsi untuk melakukan pengendalian semua peralatan lainya.&lt;br /&gt;3. Register berfungsi menyimpan data sementara yang akan diproses di ALU.&lt;br /&gt;Beberapa peralatan yang ada dalam CPU antara lain adalah:&lt;br /&gt;· Mainboard&lt;br /&gt;· Prosesor&lt;br /&gt;· Memory   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mainboard &lt;br /&gt;Mainboard merupakan salah satu perangkat dalam komputer yang digunakan sebagai tempat untuk memasang atau meletakan beberapa peralatan lain seperti: Processor, memory, kabel-kabel data (penghubung) hardisk, Flopy disk, Card (kartu) sepeti: VGA Card, NIC (kartu jaringan) dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Jenis-jenis Mainboard antara lain: Mulai dari kelas AT 486 , Pentium I, Pentium II, Pentium III hingga kelas Pentium 4.&lt;br /&gt;Beberapa merek Mainboard antara lain: ECS, ASUS, AS Rack, dan lain sebagainya  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Processor &lt;br /&gt;Processor yaitu sebuah Chip yang merupakan otak pemroses dan pusat pengendali berbagai perangkat lain sehingga komputer dapat bekerja satu dengan lainya. Ukuran Processor adalah MHz (Mega Hertz) yaitu hitungan kecepatan dalam mengolah data/informasi&lt;br /&gt;Beberapa jenis processor:&lt;br /&gt;· Prosesor Pentum I 75 MHz – 200 MHz dst…&lt;br /&gt;· Prosesor Pentium II 300 MHz – 450 MHz dst..&lt;br /&gt;· Prosesor Pentium III 650 MHz – 950 MHz dst.&lt;br /&gt;· Prosesor Pentium 4 1,3 GMHz – 3.0 GHz dst.&lt;br /&gt;Merek prosesor antara lain: INTEL, AMD. IBM dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memory &lt;br /&gt;Memory merupakan tempat meyimpan data atau instruksi. Semakin besar kapasitas memory yang di sediakan akan semakin besar data atau instruksi yang dapat ditampung untuk diolah.&lt;br /&gt;Beberapa Jenis Memory antara lain adalah: ROM, RAM, EDORAM, SDRAM, DDRAM, RDRAM, dll&lt;br /&gt;Memory yang umum dipakai berkapasitas mulai dari : 16 MB 32 MB, 54 MB, 256 MB 512 MB, 1 GB, dst&lt;br /&gt;Merek-merk memory yang ada di pasaran: V Gen, Visipro, Kingston dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan Output &lt;br /&gt;Peralatan Output atau peralatan keluaran yaitu peralatan yang berfungsi untuk menampilkan data, instruksi dan informasi dalam bentuk teks dan grafik atau gambar. Beberapa peralatan output.yang umum digunakan antara lain:&lt;br /&gt;Jenis Tampilan Video&lt;br /&gt;Monitor &lt;br /&gt;Monitor merupakan peralatan keluaran yang berfungsi untuk menampilkan data, instruksi dan informasi dalam bentuk teks dan grafik atau gambar di layar monitor.&lt;br /&gt;Monitor dikelompokan berdasarkan teknologinya yaitu:&lt;br /&gt;1. Monitor CRT (Cathode Ray Tuble)&lt;br /&gt;2. Monitor Flat Panel Display monitor ini menggunakan teknologi LCD&lt;br /&gt;3. Monitor LCD (Liquid Crystal Display). &lt;br /&gt;Berdasarkan tampilan komputer terbagi atas 3 jenis yaitu:&lt;br /&gt;1. Monocrom (Satu warna dengan latar belakang hitam)&lt;br /&gt;2. Grayscale (Bayangan abu-abu latar belakang putih)&lt;br /&gt;3. Color ( Warna secara penuh mulai dari 15 – 16 juta warna yang berbeda)&lt;br /&gt;Beberapa merek monitor antara lain: Sony, LG, Philip dll&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Jenis Tampilan Suara &lt;br /&gt;Speaker &lt;br /&gt;Yaitu peralatan output untuk menghasilkan atau mengeluarkan efek suara dari komputer.&lt;br /&gt;Beberapa merek speaker antara lain: Simbada, Altec, dll.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Jenis Tampilan Cetak &lt;br /&gt;Printer &lt;br /&gt;Printer yaitu peralatan keluaran yang digunakan untuk mencetak data/informasi dari komputer dengan kertas. Beberapa Jenis Printer antara lain adalah:&lt;br /&gt;1. Printer Dot Matrik yaitu: Terbuat dari potongan baja yang akan mengenai kertas lewat pita bertinta untuk membentuk pola titik-titik kecil yang bergabung untuk mencetak grafis atau teks.&lt;br /&gt;2. Printer Ink jet yaitu : Mencetak gambar atau karakter dengan moncong kecil yang dapat memancarkan tinta pada kertas.&lt;br /&gt;3. Printer Laser yaitu: Menggunkan sinar laser untuk mengubah data biner menjadi cetakan.&lt;br /&gt;Beberapa merek printer antara lain: Epson, HP, Canon, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ploter&lt;br /&gt;Ploter adalah peralatan keluaran yang digunakan untuk mencetak atau mengambar, membuat grafik dan skematik dan dapat membuat diagram lainya. Ada dua jenis plotter Drum dan Table  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian perangkat – perangkat komputer yang dapat saya simpulkan pada kesempatan kali ini, sampai ketemu ditopik – topik menarik lainnya, tetap setia diblog ini hehee,,, &lt;br /&gt;Bravo,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-197988311966342156?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/197988311966342156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=197988311966342156' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/197988311966342156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/197988311966342156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2009/01/perangkat-perangkat-komputer.html' title='Perangkat - perangkat Komputer'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SWDAbQ28yLI/AAAAAAAAABo/6BOo1aBLqS8/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-265548746286975528</id><published>2008-12-01T18:44:00.001-08:00</published><updated>2008-12-01T18:44:45.074-08:00</updated><title type='text'>via zone</title><content type='html'>&lt;a href="http://mnsls.com/text" target=_blank&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/i.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/t.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/s.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/blank.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/v.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/i.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/a.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/blank.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/z.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/o.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/n.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/e.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/b.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/e.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/blank.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/c.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/a.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/r.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/e.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/f.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/u.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/l.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Monitors/l.gif" border=0&gt;&lt;br&gt;Create your own at MyNiceSpace.com&lt;/a&gt;&lt;img style="visibility:hidden;width:0px;height:0px;" border=0 width=0 height=0 src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTIyODE4NTY2NTU4MyZwdD*xMjI4MTg1ODQ1NTQ4JnA9MTY5MjIxJmQ9bW5zJTJEZ3RleHQmbj1ibG9nZ2VyJmc9MSZ*PSZvPTM2ZjM4YWI1ZDZhZTQ2YTliZmIzZWIzNzM1NDI*MWM2.gif" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-265548746286975528?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/265548746286975528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=265548746286975528' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/265548746286975528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/265548746286975528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2008/12/via-zone.html' title='via zone'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-6793254168396278040</id><published>2008-11-27T21:46:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T21:49:41.819-08:00</updated><title type='text'>histori dari sejarah perkurikuluman indonesia</title><content type='html'>Deskripsi singkat tentang kurikulum apa saja yang pernah dikembangkan dalam program pendidikan di negeri tercinta Indonesia. Salah satu konsep terpenting untuk maju adalah “melakukan perubahan”, tentu yang kita harapkan adalah perubahan untuk menuju keperbaikan dan sebuah perubahan selalu di sertai dengan konsekuensi-konsekuensi yang sudah selayaknya di pertimbangkan agar tumbuh kebijakan bijaksana. Ini adalah perkembangan Kurikulum Pendidikan Kita:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAJARAN 1947&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan. Dalam bahasa Belanda, artinya rencana pelajaran, lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). Perubahan kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila.&lt;br /&gt;Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. Bentuknya memuat dua hal pokok: daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya, plus garis-garis besar pengajaran. Rencana Pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran. Yang diutamakan pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat, materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.&lt;br /&gt;RENCANA PELAJARAN TERURAI 1952&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. “Silabus mata pelajarannya jelas sekali. seorang guru mengajar satu mata pelajaran,” kata Djauzak Ahmad, Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas periode 1991-1995. Ketika itu, di usia 16 tahun Djauzak adalah guru SD Tambelan dan Tanjung Pinang, Riau.&lt;br /&gt;Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Fokusnya pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral (Pancawardhana). Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.&lt;br /&gt;KURIKULUM 1968&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Jumlah pelajarannya 9.&lt;br /&gt;Djauzak menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat. “Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja,” katanya. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan.&lt;br /&gt;KURIKULUM 1975 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. “Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen, yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu,” kata Drs. Mudjito, Ak, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD Depdiknas.&lt;br /&gt;Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah “satuan pelajaran”, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum 1975 banyak dikritik. Guru dibikin sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;KURIKULUM 1984 &lt;br /&gt;Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL).&lt;br /&gt;Tokoh penting dibalik lahirnya Kurikulum 1984 adalah Profesor Dr. Conny R. Semiawan, Kepala Pusat Kurikulum Depdiknas periode 1980-1986 yang juga Rektor IKIP Jakarta — sekarang Universitas Negeri Jakarta — periode 1984-1992. Konsep CBSA yang elok secara teoritis dan bagus hasilnya di sekolah-sekolah yang diujicobakan, mengalami banyak deviasi dan reduksi saat diterapkan secara nasional. Sayangnya, banyak sekolah kurang mampu menafsirkan CBSA. Yang terlihat adalah suasana gaduh di ruang kelas lantaran siswa berdiskusi, di sana-sini ada tempelan gambar, dan yang menyolok guru tak lagi mengajar model berceramah. Penolakan CBSA bermunculan.&lt;br /&gt;KURIKULUM 1994 dan SUPLEMEN KURIKULUM 1999&lt;br /&gt;Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya. “Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, antara pendekatan proses,” kata Mudjito menjelaskan.&lt;br /&gt;Sayang, perpaduan tujuan dan proses belum berhasil. Kritik bertebaran, lantaran beban belajar siswa dinilai terlalu berat. Dari muatan nasional hingga lokal. Materi muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing, misalnya bahasa daerah kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain. Berbagai kepentingan kelompok-kelompok masyarakat juga mendesakkan agar isu-isu tertentu masuk dalam kurikulum. Walhasil, Kurikulum 1994 menjelma menjadi kurikulum super padat. Kejatuhan rezim Soeharto pada 1998, diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum 1999. Tapi perubahannya lebih pada menambal sejumlah materi.&lt;br /&gt;KURIKULUM 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa kerennya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Sayangnya, kerancuan muncul bila dikaitkan dengan alat ukur kompetensi siswa, yakni ujian. Ujian akhir sekolah maupun nasional masih berupa soal pilihan ganda. Bila target kompetensi yang ingin dicapai, evaluasinya tentu lebih banyak pada praktik atau soal uraian yang mampu mengukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa.&lt;br /&gt;Meski baru diujicobakan, toh di sejumlah sekolah kota-kota di Pulau Jawa, dan kota besar di luar Pulau Jawa telah menerapkan KBK. Hasilnya tak memuaskan. Guru-guru pun tak paham betul apa sebenarnya kompetensi yang diinginkan pembuat kurikulum. (sumber: depdiknas.go.id)&lt;br /&gt;KTSP 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan. Muncullah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pelajaran KTSP masih tersendat. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan karangka dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Jadi pengambangan perangkat pembelajaran, seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan (sekolah) dibawah koordinasi dan supervisi pemerintah Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-6793254168396278040?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/6793254168396278040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=6793254168396278040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/6793254168396278040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/6793254168396278040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2008/11/histori-dari-sejarah-perkurikuluman.html' title='histori dari sejarah perkurikuluman indonesia'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-672955005399122878</id><published>2008-11-26T22:30:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T21:13:28.054-08:00</updated><title type='text'>make hp, ada bahayanya gag ya???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SS5BojeYz6I/AAAAAAAAABI/vJ55mHyAYrw/s1600-h/hp.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 94px; height: 127px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SS5BojeYz6I/AAAAAAAAABI/vJ55mHyAYrw/s320/hp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273224378670698402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;tahukah kamu bahwa hp,,alat komunikasi canggih yang udah jadi soulmate kita sehari - hari ternyata ga cuma buat komunikasi kita lancar tapi juga ada sisi - sisi ga baik yang tercipta dari alat ini, padahal mau ga mau yang namanya sekarang ini, ya tiap hari kita kudu dekat - dekat ama hp. yang mau smsanlah, telfonan, YMan, internetan, foto - foto, dengerin radio or mp3,dan masih banyak lagi. memang sih hp telah membuat segalanya praktis, sebab salah sat dari fungsi dan ciri teknologi adalah mempermudah dan mengatasi masalah - masalah manusia.berikut ini ada berita dan info mencengangkan yang sedikit membuat perut kita mules membacanya.&lt;br /&gt;just stay it cool,,hehehe&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar Ilmuwan di Amerika Serikat menuturkan, bahwa kita semestinya menghindari 6 kebiasaan buruk pemakaian handphone dan ada 8 jenis pengguna handphone yang sebaiknya dihindari. &lt;p&gt;Sebuah riset medis terbaru AS menunjukkan, bahwa laki-laki yang memiliki kebiasaan mengunakan handphone lebih dari 4 jam setiap hari, jumlah sel maninya akan berkurang dari 40% dibanding laki-laki yang persentase pemakaian handphone-nya lebih rendah. Bahkan mutu sel maninya juga akan kurang, dimana kemampuan memiliki anak juga menurun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika kita mengaktifkan handphone, handphone akan menghantar gelombang radio ke pusat handphone, dan gelombang radio manapun juga sedikit banyak akan terserap oleh tubuh, yang berdampak terhadap kesehatan kita. Proses ini di sebut radiasi handphone.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun masih perdebatan tentang hal ini, tapi dalam percobaan yang dilakukan pada binatang sudah terbukti, bahwa gelombang mikro berpengaruh terhadap organ yang semakin banyak mengandung kadar air, maka kerusakannya juga semakin besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Profesor dari Lembaga Penelitian Komunikasi Radio Universitas Jiaotong, Shanghai yakni Qian Liangyi menuturkan, bahwa handphone adalah suatu alat peluncur sinyal yang memiliki daya tertentu, daya terbesar sekitar 1 watt lebih. Namun karena handphone kerap “dekat” dengan bagian otak, maka waspada terhadap dampak radiasi yang tertimbun dari hari ke hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pakar terkait menunjukkan 6 kebiasaan buruk pemakaian handphone yang merugikan kesehatan itu meliputi :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Menggantungkan HP di leher atau pinggang : bagi mereka yang arrhythmia (tidak ada irama jantung), fungsi jantung tidak sempurna sebaiknya tidak menggantungkan handphone di dada. Jika handphone sering digantung di bagian pinggang atau sisi perut, mungin akan memengaruhi fungsi kesuburan. Cara yang lebih aman dan sehat, adalah simpan di dalam tas yang dibawa serta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Menempelkan handphone di telinga ketika menelepon : ketika menelepon dan belum tersambung, radiasi akan bertambah kuat, maka sebaiknya jauhkan handphone dari bagian kepala, selang 5 detik kemudian baru dihubungi kembali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Sinyal handphone semakin lemah, jika menempel di telinga : Berdasarkan prinsip kerja handphone, dalam keadaan sinyal yang agak lemah, handphone akan meningkatkan daya luncur gelombang elektromagnetnya secara otomatis, sehingga intensitas radiasi bertambah kuat. Dengan menempelkan ke telinga, maka radiasi yang dialami bagian kepala akan berlipat ganda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Percakapan handphone terlampau lama : ahli menyarankan, tidak baik berhubungan telepon terlalu lama, jika memang demikian bisa mempertimbangkan memakai telepon tetap atau memakai alat pendengar, jika terpaksa harus berhubungan dalam jangka waktu yang lama juga harus mendengar secara bergantian di kiri kanan telinga setiap 1-2 menit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Sembunyi di sudut tembok dan bisik-bisik menerima telepon rahasia : dengan bersembunyi di sudut bangunan, dalam kondisi umum, penutupan sinyal di sudut bangunan tidak begitu baik, sehingga dengan demikian dapat menyebabkan daya radiasi handphone dalam sudut tertentu bertambah besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6.Mondar mandir, selalu bergerak : sejumlah orang tanpa sadar suka berjalan pelahan ketika menelepon, selalu bergerak ke sana ke mari, namun, tidak sadar kalau menggerakkan posisi dapat menyebabkan ketidakstabilan sinyal yang diterima, dengan demikian menyebabkan terjadinya luncuran daya tinggi dalam waktu singkat yang tidak diperlukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. menempatkan hp disisi kita,pas tidur : kebiasaan ini lazim sekali terjadi dikalangan pemilik hp, dengan adanya alasan kalau ada telefon atau sms masuk  bisa cepat diangkat atau dibaca, agar tidak kejauhan menjangkau nya apabila diletakkan diatas lemari dll.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pasang alarm lewat hp. jadi pagi - pagi kita bisa dengar suara dari hp agar kita terjaga dari tidur dan masih banyak alasan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, 8 tipe orang berikut ini sebaiknya kurangi memakai handphone: penderita epilepsi, jantung, lemah saraf parah, katarak, diabetes, wanita hamil serta bagi yang sedang menyusui, anak-anak dan remaja serta orang tua yang berusia lebih dari 60 tahun.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;nah gimana para pembaca dan hp mania??&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebenarnya ga apa2 sih kalo misalnya kita menggunakannya dengan tepat, yang namanya teknologi kita kudu ngikutinya, but it's depend on you,,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mau gimana dengan alat - alat tersebut...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;don't give up...hhee&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-672955005399122878?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/672955005399122878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=672955005399122878' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/672955005399122878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/672955005399122878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2008/11/make-hp-ada-bahayanya-gag-ya.html' title='make hp, ada bahayanya gag ya???'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SS5BojeYz6I/AAAAAAAAABI/vJ55mHyAYrw/s72-c/hp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-3256175143584800684</id><published>2008-11-25T18:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T21:27:48.234-08:00</updated><title type='text'>Tips mudah mengakses Registry dengan menggunakan RzRegIniFile</title><content type='html'>Bagi  anda  yang baru kenal Raize, mungkin ini merupakan tips yang sangat bermanfaat untuk bisa menggunakan Registry dengan mudah dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebisa mungkin anda bisa mengakses registry dari program aplikasi anda, sebab database registry sangat bermanfaat sekali jika anda bisa menggunakannya secara tepat dan pas sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini contoh langkah-langkah sederhana menggunakan RzRegIniFile didalam aplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Silahkan anda buat program aplikasi baru.&lt;br /&gt;2. Tambahkan object RzRegIniFile dari komponen pallete WidGets.&lt;br /&gt;3. Silahkan anda atur properties seperti berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Path -&gt; Latihan Registry&lt;br /&gt;PathType -&gt; ptRegistry&lt;br /&gt;RegKey -&gt; hkeyCurrentUser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Setelah itu, silahkan anda isikan kode program didalam event OnShow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;procedure TForm1.FormShow(Sender: TObject);&lt;br /&gt;begin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;with RzRegIniFile1 do&lt;br /&gt;begin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Top := ReadInteger('Posisi Form','Top',0);&lt;br /&gt;Left := ReadInteger('Posisi Form','Left',0);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;end;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;end;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Selanjutnya silahkan anda ketikkan kode program lagi didalam event OnClose seperti dituliskan pada potongan kode program berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;procedure TForm1.FormClose(Sender: TObject; var Action: TCloseAction);&lt;br /&gt;begin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;with RzRegIniFile1 do&lt;br /&gt;begin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WriteInteger('Posisi Form','Top',Top);&lt;br /&gt;WriteInteger('Posisi Form','Left',Left);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;end;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;end;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh diatas tadi adalah contoh untuk menyimpan data posisi sebuah form, sehingga ketika anda menjalankan program aplikasi, posisi dari form itu sama seperti sebelum form itu ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya akan mencoba memberikan sedikit variasi menyimpan data kedalam database registry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;variasi ini adalah meyimpan data color atau warna didalam database registry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang silahkan anda ikuti langkah berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari program tadi, silahkan anda tambahkan object ColorBox dari component Palette Additional dan Button dari component pallete Standard.&lt;br /&gt;2. Silahkan anda klik 2x tombol Button1, dan isikan kode program didalam event OnCLick-nya dengan kode program seperti ditunjukkan oleh potongan kode program berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);&lt;br /&gt;begin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;with RzRegIniFile1 do&lt;br /&gt;with ColorBox1 do&lt;br /&gt;with self do&lt;br /&gt;begin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WriteString('Form','Warna',ColorToString(Selected));&lt;br /&gt;Color := Selected;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;end;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;end;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Setelah itu, pada event OnShow dari object Form anda ubah kode program didalamnya menjadi seperti terlihat pada potongan kode program berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;procedure TForm1.FormShow(Sender: TObject);&lt;br /&gt;begin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;with RzRegIniFile1 do&lt;br /&gt;begin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Top := ReadInteger('Posisi Form','Top',0);&lt;br /&gt;Left := ReadInteger('Posisi Form','Left',0);&lt;br /&gt;Color := StringToColor(ReadString('Form','warna','clwhite'));&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;end;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;end;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tips singkat dari saya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Selamat mencoba….&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-3256175143584800684?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/3256175143584800684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=3256175143584800684' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/3256175143584800684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/3256175143584800684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2008/11/tips-mudah-mengakses-registry-dengan.html' title='Tips mudah mengakses Registry dengan menggunakan RzRegIniFile'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-2198608023162202543</id><published>2008-11-20T21:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T21:34:57.415-08:00</updated><title type='text'>apa itu e-Learning?</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang juga merasakan hal yang sama. Untuk orang-orang seperti Anda, ada banyak alternatif yang bisa dicoba untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan menggali keterampilan baru tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang sekarang sedang Anda tekuni ataupun keluarga, salah satu opsi yang bisa Anda coba adalah e-learning. Tertarik untuk mengetahui alternatif pembelajaran lewat media elektronik ini? Simak yang berikut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang dimaksud dengan e-learning?&lt;br /&gt;Menurut Allan J. Henderson, e-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet (The e-learning Question and Answer Book, 2003). Henderson menambahkan juga bahwa e-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di kelas. William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web (yang bisa diakses dari Internet).&lt;br /&gt;Pembelajaran jarak jauh. E-learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa saja berada di Jakarta, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di kota lain bahkan di negara lain. Namun, interaksi masih bisa dijalankan secara langsung ataupun dengan jeda waktu beberapa saat. Jadi, pembelajar bisa belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah yang terkoneksi dengan Internet, sedangkan materi belajar dikelola oleh sebuah perusahaan di Amerika Serikat, di Jepang ataupun di Inggris. Dengan cara ini, pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat ia mengakses ilmu yang dipelajari. Jika, pembelajaran ditunjang oleh perusahaan, maka si pembelajar bisa mengakses modul yang dipelajarinya dengan mengkoordinasikan waktu ia belajar dan waktu ia bekerja. Misalnya, jika pada pagi hari sampai siang hari, ia dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya di kantor, maka ia bisa menyisihkan waktu di sore hari menjelang pulang untuk belajar. Tugas-tugas yang sehubungan dengan e-learning yang ditekuni pun bisa disesuaikan waktu pengerjaannya dengan kesibukan pembelajar.&lt;br /&gt;Pembelajaran dengan menggunakan media elektronik. E-learning, seperti juga namanya “Electronic Learning” disampaikan dengan menggunakan media elektronik yang terhubung dengan Internet (world wide web yang menghubungkan semua unit komputer di seluruh dunia yang terkoneksi dengan Internet) dan Intranet (jaringan yang bisa menghubungkan semua unit komputer dalam sebuah perusahaan). Jika Anda memiliki komputer yang terkoneksi dengan Internet, Anda sudah bisa berpartisipasi dalam e-learning. Dengan cara ini, jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi bisa jauh lebih besar dari pada cara belajar secara konvensional di ruang kelas (jumlah siswa tidak terbatas pada besarnya ruang kelas). Teknologi ini juga memungkinkan penyampaian pelajaran dengan kualitas yang relatif lebih standar dari pada pembelajaran di kelas yang tergantung pada “mood” dan kondisi fisik dari instruktur. Dalam e-learning, modul-modul yang sama (informasi, penampilan, dan kualitas pembelajaran) bisa diakses dalam bentuk yang sama oleh semua siswa yang mengaksesnya, sedangkan dalam pembelajaran konvensional di kelas, karena alasan kesehatan atau masalah pribadi, satu instruktur pun bisa memberikan pelajaran di beberapa kelas dengan kualitas yang berbeda.&lt;br /&gt;Pembelajaran formal vs. informal. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-learning untuk umum. E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).&lt;br /&gt;Pembelajaran yang di tunjang oleh para ahli di bidang masing-masing. Walaupun sepertinya e-learning diberikan melalui komputer (yang adalah benda mati), e-learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola dan “dihidupkan” oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu: Subject Matter Expert (SME), Instructional Designer (ID), Graphic Designer (GD) dan para ahli di bidang Learning Management System (LMS). SME merupakan nara sumber dari pelatihan yang disampaikan. ID bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari. GD mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari. Para ahli di bidang LMS mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya. Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh. Jadi, e-learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-2198608023162202543?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/2198608023162202543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=2198608023162202543' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/2198608023162202543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/2198608023162202543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2008/11/apa-itu-e-learning.html' title='apa itu e-Learning?'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-7635633171836631959</id><published>2008-11-20T21:19:00.001-08:00</published><updated>2008-11-27T21:45:27.672-08:00</updated><title type='text'>education Wid Internet??</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;    Indonesia terdiri dari 17,000 lebih pulau dan kira-kira ada 300 bahasa daerah yang masih digunakan. Krisis Ekonomi &amp;amp; Korupsi (Krisis Kepercayaan) sekarang semakin menunjukkan betapa pentingnya suatu komunikasi baik secara lokal maupun global. Komputer dan Internet sudah diterima sebagai alat yang penting untuk komunikasi dan bisnis di Indonesia, sehingga sekarang menjadi hal yang penting pula untuk pendidikan Indonesia yang sedang mengalami reformasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;    Awal dari milenium baru dan reformasi menjanjikan harapan untuk mempercepat perkembangan sektor pendidikan di Indonesia. Kunci utama yang memicu akan timbulnya harapan baru tersebut berjalan kearah desentralisasi, manajemen berbasis sekolah, dan pemberdayaan sekolah serta masyarakat untuk mempengaruhi hasil (outcomes) sekolah, juga kesatuan tujuan-tujuan dari semua sektor pendidikan&lt;br /&gt;    Dimasa lalu telah dibentuk sistem komunikasi yang efisien dan efektif untuk menyebarkan informasi ke berbagai semua sektor di kalangan pendidikan. Desentralisasi pendidikan akan membutuhkan paradigma dan peran baru untuk administrasi pendidikan. Komponen utama dalam peran baru ini yaitu meliputi ; monitoring yang efisien, pengidentifikasian kebutuhan dan menempatkan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain untuk menghadapi kebutuhannya. Pada umumnya masalah-masalah utama pendidikan berdasarkan sistemnya, dan sekarang potensi sumber daya manusia disemua sektor tidak dimanfaatkan secara penuh. Kebanyakkan penelitian dan pengembangan yang dimulai pada masa transisi baru ini seharusnya diarahkan pada pengembangan sitem komunikasi yang memberdayakan beberapa sektor pendidikan untuk membantu pengembangan dan arah masa depan pendidikan di Indonesia.antara pendidikan dan internet salin bersimbiosis,,tergantung subjeknya akan menggunakan internet sebagai media pembelajaran atau media hiburan maupun media - media lain itu semua tergantung kepada penggunanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-7635633171836631959?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/7635633171836631959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=7635633171836631959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/7635633171836631959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/7635633171836631959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2008/11/education-wid-internet.html' title='education Wid Internet??'/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2465875401409553.post-7546112085913677195</id><published>2008-11-16T20:46:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T20:55:59.208-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>if U're not the one who still make the changing one,,,&lt;br /&gt;i will.....&lt;br /&gt;make life more usefulll then before...&lt;br /&gt;quick N more Amazing,,,,but I still try it,,I Don't know when N where,,,but I believe That dreamZ come Action In my Life,,,&lt;br /&gt;Unbreakable...........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2465875401409553-7546112085913677195?l=via89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://via89.blogspot.com/feeds/7546112085913677195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2465875401409553&amp;postID=7546112085913677195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/7546112085913677195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2465875401409553/posts/default/7546112085913677195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://via89.blogspot.com/2008/11/if-ure-not-one-who-still-make-changing.html' title=''/><author><name>via_duty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05504881924161275852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Eswjadsq2Hc/SSDjjgvu1XI/AAAAAAAAAAM/4RdNYmrfxcI/S220/I+Look+At+you+so+Deep.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
